TERKINI Epstein Files: Skandal Hukum Global dan Tantangan Penegakan Keadilan Internasional
Kasus Epstein Files kembali mengguncang dunia internasional setelah berbagai dokumen dan kesaksian mengungkap dugaan keterlibatan tokoh-tokoh berpengaruh dalam jaringan kejahatan seksual dan perdagangan manusia. Skandal yang berakar dari kasus Jeffrey Epstein ini tidak hanya menjadi persoalan hukum pidana, tetapi juga mencerminkan krisis etika dan ketimpangan kekuasaan dalam sistem global.
Dalam kajian HKEM, Epstein Files menunjukkan bagaimana hukum sering kali berhadapan dengan tembok kekuasaan dan pengaruh. Banyak nama besar disebut, namun proses hukum berjalan lambat dan tidak selalu transparan. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah hukum berlaku setara bagi semua orang, atau hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas?
Dari sudut pandang hubungan internasional, kasus ini melibatkan lintas negara, yurisdiksi hukum yang kompleks, dan kerja sama penegakan hukum internasional yang tidak sederhana. Perdagangan manusia merupakan kejahatan transnasional, sehingga membutuhkan komitmen bersama antarnegara, bukan sekadar penegakan hukum nasional yang parsial.
Peran media global sangat krusial dalam mengungkap kasus ini. Tanpa investigasi jurnalis dan keberanian korban untuk bersuara, Epstein Files mungkin tetap tersembunyi. Namun, media juga dihadapkan pada dilema etis: bagaimana memberitakan kasus sensitif tanpa melanggar privasi korban atau berubah menjadi konsumsi sensasional semata.
Dari perspektif etika komunikasi, publikasi Epstein Files seharusnya berorientasi pada keadilan dan perlindungan korban, bukan sekadar mengejar klik dan popularitas. Media memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa narasi yang dibangun tidak menyudutkan korban, melainkan mendorong reformasi hukum dan sistem perlindungan yang lebih kuat.
Kasus ini menjadi cermin buram dunia modern, di mana kekuasaan, uang, dan jaringan elite dapat mengaburkan batas antara benar dan salah. Epstein Files mengingatkan bahwa penegakan hukum yang adil membutuhkan transparansi, keberanian politik, dan tekanan publik yang konsisten.
Aliyah Zahra

