TOKOH Ogah Ketinggalan PDIP, Ketua Nasdem Surya Paloh Juga Mulai Kritik Tajam Jokowi
DKYLB.COM (12/11/2023) - Kalau semula adem ayem saja berlindung dengan hasil survei yang menyebut tingkat kepuasan mencapai 80 persen lebih, kini hujan kritik mulai membanjiri Presiden Jokowi dan keluarganya.
Kritik bukan cuma datang dari para petinggi PDI Perjuangan yang dikenal sebagai partainya Jokowi, tetapi Partai Nasdem yang semula dikenal sebagai partai pendukung Jokowi di pemerintahan, kini melalui ketuanya, Surya Paloh, juga mulai melempar kritik tajam.
Kritik tersebut dilempar Surya Paloh saat perayaan HUT ke-12 Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (11/11/2023).
Baca Juga: Diduga Kurang Sesajen, Viral Pengantin di Banjar Kesurupan Leluhur Menari Saat Resepsi
Walaupun tidak langsung menyebut nama Jokowi namun jelas pernyataan Surya Paloh diduga kuat ditujukan kepada Jokowi.
Di antaranya Surya Paloh menyinggung soal orang tua yang mencalonkan anaknya sebagai cawapres.
Dari ungkapan itu diketahui kalau yang dimaksud adalah Jokowi, sebab, di Pilpres 2024 ini hanya Jokowi yang mendukung anaknya Gibran Rakabuming Raka jadi cawapres Prabowo Subianto.
Baca Juga: Baru saja Kupang NTT Digoncang Gempabumi Tektonik M5,4, Tak Berpotensi Tsunami
Surya Paloh dalam pidato politiknya mengatakan dirinya tidak akan mencalonkan anaknya sebagai cawapres meski memiliki kesempatan.
Surya Paloh mengemukakan hal tersebut menjawab pertanyaan seorang kadernya dari Jawa Timur, apakah ia akan mencalonkan anaknya, Prananda Surya Paloh, sebagai cawapres?
"Saya pikir yang pertama saya coba intip dulu anak saya. Saya lihat baik-baik, dia ini cocok apa enggak, ya?" titir Surya Paloh.
Kalau hasilnya, anaknya patut untuk dicalonkan, maka masih juga Surya Paloh kemudian menyinggung soal kepantasan.
Baca Juga: Awas Hati-hati Robot Juga Bisa Gagal! Buktinya Pria Pekerja Pabrik Ini Jadi Korban
"Walaupun saya pikir saya punya kesempatan untuk mencalonkan dia (anaknya) tapi saya pikir, pantas enggak dia?" ujar Surya.
Menurutnya, sosok cawapres haruslah melewati sebuah proses. Proses itulah yang kemudian menjadikan sang anak sosok yang matang.
"Orangtua dulu menyatakan kalau bisa dia harus mapan dulu. Bukan hasil peraman, nah ini yang saya harapkan. Jadi mungkin kalau anak saya berani bertanya kepada saya, maka saya akan katakan 'tunggu dulu, akan tiba saatnya, itupun kalau saya masih berumur panjang'," ujar dia.
Baca Juga: Mampu Kerja Nonstop 24 Jam, Perusahaan Minuman Ini Angkat Robot AI sebagai CEO
Lebih jauh Surya Paloh menyatakan pihaknya tidak akan diam apabila ada penguasa yang bertindak tidak adil, demi untuk kepentingan kelompoknya.
"Kita semua bisa menerima untuk menjadi rakyat jelata asalkan itu berdasarkan pada keadilan. Sebaliknya kita tidak bisa tinggal diam ketika ada penguasa kekuasaan yang berlaku tidak adil demi kepentingan tertentu, demi kepentingan kelompoknya," katanya.
Ditegaskan Surya Paloh, pihaknya bakal menerima situasi apapun baik itu sedih atau nestapa asalkan muncul dari nilai keadilan.
Baca Juga: Jual Konten Foto-Video Porno ABG, Pemuda di Jatim Diborgol Polisi
"Nilai kepatutan dan kepantasan, sebaliknya kesejahteraan semakmur apapun suatu bangsa. Jika tidak ada keadilan di dalamnya maka gugatan demi gugatan yang datang silih berganti," terangnya.
Surya Paloh juga menyebut tidak ada kekuasaan yang terus-menerus bertakhta. Menurutnya setiap kekuasaan akan berakhir. (*)

