• Rabu, 27 September 2023

Fachry Ali Ungkap Artikel Buka Misteri Rempang lebih Mengutamakan Kemanusiaan dari pada Dukung Capres Cawapres

- Selasa, 19 September 2023 | 09:28 WIB
Fachry Ali di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Kamis, 7 Juli 2022 (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Fachry Ali di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Kamis, 7 Juli 2022 (foto:raiky/kemenpora.go.id)

DKYLB.com, Selasa (19/9/2023) - Artikel di Kompas dinilai berhasil membuka misteri terkait sengketa yang melanda Rempang.

Fachry Ali:

Baca Juga: Provokasi Panglima TNI untuk Memiting 1000 Rakyat Pulau Rempang yang Menolak Penggusuran Sungguh Mengerikan

Soal Rempang: Terimakasih Kepada Artikel Maria

Sejak awal, secara teoretis saya telah menganggap Kasus Rempang adalah konflik antara manusia dan modal.

Akan tetapi, saya tak bisa memberikan komentar lebih lanjut karena tidak menguasai data dengan detil.

Karena itu, saya sangat berterimakasih kepada Maria SW Sumardjono yang telah secara khusus menulis tentang ini dengan judul ‘Kehadiran Negara dalam Konflik Rempang’ (Kompas, Senin, 18 September 2023).

Dalam artikel tersebut, antara lain, disebutkan bahwa masyarakat telah berada di Rempang pada 1834.

Ini berarti 4 tahun usai Perang Diponegoro di Jawa.

Konflik di pulau Rempang terkait relokasi lahan untuk Rempang Eco City (Foto: tvOne/Ambrizal).
Konflik di pulau Rempang terkait relokasi lahan untuk Rempang Eco City (Foto: tvOne/Ambrizal).

Juga disebutkan bahwa status Rempang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagai landasan bagi munculnya Rempang Eco-City (REC), baru ditetapkan Menko Perekonomian pada 28 Agustus 2023.

Sementara, pengosongan kawasan Rempang harus selesai pada akhir September 2023.

Praktis, hanya ada waktu satu bulan untuk merealisasikan rencana tersebut. 

Ilustrasi rakyat dipiting dan tercekik harga beras.
Ilustrasi rakyat dipiting dan tercekik harga beras.

Halaman:

Editor: Tim DKYLB 01

Sumber: dkylb

Tags

Terkini

50 Kampus Terbaik Menurut UniRank di Jabodetabek

Rabu, 27 September 2023 | 18:13 WIB
X