X

PEMILU DAN PILPRES Bawaslu yang Seharusnya Membuat Dokumenter Dirty Vote yang Membongkar Mereka malah Jadi Alat Kekuasaan Harusnya Menolak Curang dan Manipulasi Pemilu

13 Februari 2024 09:28 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Selasa (13/2/2024) - Sejumlah kalangan menilai, akademisi yang bersuara dan diikuti kehebohan film Dirty Vote memang sangat mencengangkan.

Menurut Ray Rangkuti, seharusnya yang menyajikan data dan fakta seperti film dokumenter Dirty Vote itu adalah Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: Cara Mudah Memahami Kata Kunci di Film Dirty Vote yang Filmnya Disembunyikan Oknum YouTube di Pencarian

Lucunya, film yang mendokumentasikan kecurangan pemilu dan pilpres itu dilakukan pihak independen yakni Dandhy Laksono dan kawan-kawan (dkk).

"Harusnya yang bikin film ini adalah Bawaslu," kata Ray Rangkuti di tayangan dialog yang disiarkan di kanal YouTube Metro TV, Selasa.

Memang seharusnya KPU dan Bawaslu itu berfungsi dengan baik.

Bawaslu bahkan menutup mata kecurangan politik uang yang dilakukan pasangan 02 di berbagai kesempatan.

Bahkan kegiatan itu tidak diproses hukum meski sudah dilaporkan.

Bawaslu tidak ubahnya hanya alat kekuasan rezim Jokowi untuk melakukan segala cara dan kecurangan.

Baca Juga: Sobary Ungkap Fakta di Sekeliling Prabowo Hanya Memberikan Over Optimisme yang Membuat Sosok Itu Kebingungan dan Tatapannya Kosong Penuh Pesimisme

Bawaslu memang terbukti tidak melakukan tindakan yang seharusnya termasuk mencegah politik uang, manipulasi, dan kecurangan massif yang dilakukan rezim Jokowi.

Rocky Gerung menyebut, Bawaslu tidak ubahnya hanya alat kekuasaan dan tidak ada gunanya.

Ray Rangkuti juga menyatakan, Bawaslu tidak ada gunanya.

Sosok yang aktif menyoroti demokrasi dan pemilu di Indonesia ini juga sangat aktif menyuarakan kebenaran.

"Bawaslu tidak ada gunanya dan tidak berfungsi."

Karena itu, buat apa ada Bawaslu karena tidak ada gunanya?