TERKINI Duo kembar asal Minahasa menjadi goyim IDF untuk memusnahkan bangsa Palestina dan Lebanon berakhir dengan keduanya tewas di Gaza dan Lebanon
DKYLB.com, Tel Aviv, 28 April 2026 – Dua kembar WNI asal Minahasa menjadi goyim IDF meski keduanya merasa sebagai suku zionis kelahiran Minahasa.
Keduanya bergabung dengan pasukan bengis IDF untuk membantai warga di Gaza dan Lebanon, selain menyiksa anak-anak Palestina, memerkosa wanita dan anak-anak pria sampai tewas.
Dua bersaudara kembar yang diyakini memiliki akar budaya dari Minahasa, Sulawesi Utara, dikabarkan tewas satu persatu dalam medan pertempuran.
Mereka sebagai goyim Israel adalah Sersan Kelas Satu Gary Lalharwanikima Zolat dan saudara kembarnya Emmanuel Zolat.
Keduanya merupakan bagian dari komunitas yang meyakini diri mereka sebagai keturunan Bani Menashe atau Suku Terhilang Israel yang bermukim di wilayah Nusantara, yang secara spesifik sering dikaitkan dengan daerah Minahasa.
Mereka melakukan kegiatan seperti banyak dilakukan anggota IDF lainnya untuk menjadikan warga Palestina sebagai sasaran untuk diperkosa, disiksa sampai mati, dan melanggar HAM termasuk sudah pasti melanggar UUD 1945.
Gary merupakan yang pertama kali Tewas.
Ia tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza Utara bersama tiga rekannya dari Batalyon Shimshon (Unit 92).
Gary berusia 21 tahun dan berasal dari kota Afula. Ia bertugas di Brigade Kafir.
Keempat prajurit itu tewas (berikut si Gery) akibat sebuah ledakan.
Pihak militer Israel masih menyelidiki apakah ledakan tersebut disebabkan oleh rudal anti-tank atau alat peledak yang dipasang di lokasi.
Gary meninggalkan orang tua, dua orang saudara perempuan, dan satu saudara laki-laki. Ia diketahui pindah bersama keluarganya ke Afula pada tahun 2014, sebelumnya mereka tinggal di Sderot.
Kematian Gary memberikan kesedihan yang sangat mendalam, terutama bagi saudara kembarnya, Emmanuel. Alih-alih mundur, Emmanuel justru mengambil keputusan berat dengan sukarela bergabung ke unit yang sama, dengan tekad ingin meneruskan perjuangan kakaknya dan balas dendam!!!!
Dalam pernyataannya, Emmanuel mengatakan:
"Aku ingin melanjutkan jejak saudaraku dan menyelesaikan perjalanannya, serta membalas dendam sekeras-kerasnya kepada mereka yang telah merenggutnya dari kami saat ia membela negaranya."
Emmanuel yang ingin balas dendam dan berniat ingin meneruskan perjuangan kakaknya, justru mengalami nasib yang sama persis yaitu tewas juga.
Dilaporkan bahwa Emmanuel tewas baru-baru ini di wilayah Lebanon Selatan.
Kejadian ini terjadi saat ia dan pasukannya melakukan operasi penyerangan, hingga akhirnya sebuah alat peledak meledak dan merenggut nyawanya.
Kisah keduanya kini menjadi sorotan dunia sekaligus mencoreng nama baik INDONESIA karena latar belakang mereka yang berasal dari Indonesia, khususnya wilayah Minahasa, yang memilih mengabdi dan mengakhiri hidup.
Sumber: The Jerusalem Post
• Disclaimer :
This article is for information and education purposes only and does not contain any elements of hate speech, incitement, or calls for violence that are not justified or violate the law.

