TERKINI Khutbah Idul Adha di UP Menekankan Ketajaman Hati dan Spiritualitas di Tengah Krisis Moral
DKYLB.com, Jakarta, 28 Mei 2027 - Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila saat pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H yang dihadiri ratusan jamaah dari unsur civitas akademika dan masyarakat sekitar.
Sejak pagi hari, jamaah tampak memadati area dalam maupun pelataran masjid dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian ibadah Hari Raya Kurban.
Nuansa kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah dalam momentum Iduladha tahun ini.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rubiul Yatim bertindak sebagai imam sekaligus khatib dengan mengangkat tema “Melalui Ibadah Qurban Kita Asah Ketajaman Hati dan Kecerdasan Spiritual Guna Melahirkan Insan Pancasilais yang Berkeadaban.”
Tema khutbah tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang tengah menghadapi berbagai persoalan sosial, mulai dari meningkatnya individualisme, menurunnya empati sosial, hingga krisis moral di tengah kemajuan teknologi dan informasi.
Dalam khutbahnya, Muhammad Rubiul Yatim menyoroti pentingnya membangun ketajaman hati dan kecerdasan spiritual di tengah kehidupan modern.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan intelektual dan teknologi tidak akan berarti apabila manusia kehilangan nurani, empati, serta kedekatan spiritual kepada Tuhan.
Menurutnya, ibadah qurban bukan hanya simbol penyembelihan hewan, melainkan proses penyucian diri dari kesombongan, egoisme, dan kerakusan duniawi.
Khatib juga mengangkat kisah dialog Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai contoh keteladanan spiritual yang sarat dengan nilai kebijaksanaan, kelembutan, serta ketaatan kepada Allah SWT.
Ia menilai dialog tersebut mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih sayang, penghormatan, dan nilai spiritual dalam kehidupan keluarga maupun sosial.
Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi pelajaran penting tentang bagaimana pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan dapat membentuk manusia yang berakhlak mulia dan memiliki kekuatan spiritual yang kokoh.
Selain itu, khutbah turut menekankan relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.
Menurutnya, perpaduan antara ketajaman hati dan kecerdasan spiritual dapat melahirkan insan Pancasilais yang berkeadaban, menjunjung tinggi kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial.
Pesan tersebut dinilai penting untuk memperkuat karakter masyarakat Indonesia di tengah tantangan polarisasi sosial, konflik kepentingan, dan lunturnya budaya gotong royong.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia modern sering kali mengalami paradoks kehidupan, yakni kemajuan dalam aspek teknologi namun mengalami kemunduran dalam aspek kemanusiaan.
Karena itu, ibadah qurban harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali rasa kepedulian terhadap sesama, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan kesadaran moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki hati tajam dan spiritualitas kuat akan lebih mampu menghadirkan kedamaian, kejujuran, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian khutbah Iduladha kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, persatuan umat, serta harapan lahirnya generasi yang bertakwa, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Doa juga dipanjatkan bagi masyarakat Palestina agar diberikan perlindungan, kekuatan, dan kedamaian di tengah konflik yang masih berlangsung.
Setelah pelaksanaan salat selesai, jamaah tampak saling bersalaman dan melanjutkan silaturahmi, menambah hangat suasana Iduladha di lingkungan Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila.

