PEMILU DAN PILPRES Sobary Ungkap Fakta di Sekeliling Prabowo Hanya Memberikan Over Optimisme yang Membuat Sosok Itu Kebingungan dan Tatapannya Kosong Penuh Pesimisme
DKYLB.com, Senin (12/2/2024) - Tatapan Prabowo Subianto hanya kosong dan tidak punya gairah meski berbagai pihak mengungkapkan bahwa dirinya akan unggul di Pilpres 2024 yang diselenggarakan, Rabu (12/2/2024).
Menurut Sobary, semuanya tahu bahwa yang ada di sekeliling Prabowo adalah kalangan orang yang menjilat karena faktanya, Prabowo tampak sangat tampak kelelahan dan penuh tatapan kosong.
Baca Juga: Film Dokumenter ‘Dirty Vote’: Kecurangan Pemilu dalam Sorotan Tiga Pakar Hukum Tata Negara
Berbagai pihak khususnya Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani sudah memberikan penjelasan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan sosial (bansos) dibahas di DPR.
"Bansos senilai Rp 496 triliun dibahas di DPR dengan menyertakan seluruh fraksi dan partai politik di DPR," katanya.
Tugas semua unsur di partai politik untuk menjelaskannya kepada seluruh masyarakat bahwa itu merupakan APBN, bukan dan pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan bukan bantuan dari satu lembaga kepresidenan melainkan sepenuhnya APBN.
Di kesempatan lainnya secar terpisah, Sobary menjelaskan, setiap calon presiden itu harus bisa menjawab persoalan-persoalan yang terjadi.
"Seorang calon presiden itu harus bisa mempersiapkan kira-kira jawaban atas persoalan ini masa depan bagaimana itu harus ditemukan suatu jawaban, strategi."
"Jawaban yang tuntas latihannya justru kok bukan merenungkan itu, melainkan menari."
"Hal itu karena kesalahan orang-orang di belakangnya memberikan masukan seperti itu."
Orang-orang di belakangnya itulah, kata Sobary, yang menjadi sutradara, tapi mereka menyutradarai Prabowo dengan salah.
"Janganlah kalian itu sudah memberikan angin segar optimisme."
"Kalian itu harus realistis, lihat perkembangan yang terjadi ini."
"Kalau tidak tahu, saya yang memberitahu supaya M Qodari itu punya perhitungan sedikit."
"Fahri Hamzah itu malah sudah menganjurkan, sudah kalian ngalah aja kalian copot topi buang lalu secara bersama-sama musyawarah mufakat."
"Dia menyuruh kalian pilih Prabowo sampai kayak gitu itu, jadi dia bingung mendengar suara-suara penuh optimisme macam itu dia bingung."
Seharusnya, kata Sobary, dicocokkan dengan keadaan suara-suara seperti itu.
"Nomor dua hasil survei survei prabowo katanya bahkan 50 persen lebih, satu putaran dan seterusnya, seharusnya kan dicocokkan dengan kenyataan di lapangan bukan dari omongan mereka."
"Kita semuanya tahu, mereka yang menjilat-jilat Prabowo pokoknya rakyat Indonesia begitu penjelasan bohong dan Prabowo sebenarnya dia itu ditipu."
"Orang-orang itu tidak diajak berdasarkan perhitungan perhitungan rasional tidak diajak konfirm dengan kondisi yang sehat yang sehat yang menyadari kita punya kelemahan."
"Maka, menang di atas 50, ya kalau begitu, tidurlah saja kalian di rumah."
"Itu supaya wajahnya itu berisi supaya wajahnya itu memancarkan optimisme ini," katanya.
Wajah Prabowo, kata Sobary, justru seperti kehilangan harapan seperti kehilangan cita-cita masa depan.
"Wajahnya itu tidak bagus, itu gejala yang tidak bagus."
"Anda yang main-main di belakangnya yang berkoar-koar yang apa itu jangan berlebihan cocokkan dengan keadaan dan ajari yang pahit-pahit beneran."
"Barangkali kalau beneran, maka pahitnya didasarkan pada fakta itu kira-kira akan bagus, tapi orang-orang di sekitarnya ini membisiki nanti, nanti, nanti tahun 2029."
"Masa dia akan diprovokasi lah ini Pak Prabowo ini giliran giliran maju, dia sudah kehilangan energi sama sekali, tapi dianggap masih ada Pak Jokowi."
"Lalu, terjadilah hubungan dukungan dalam model yang baru model baru itu bernama Bansos bantuan yang Pak Jokowi sendiri turun tangan ini ini ayo ayo ayo berterimakasihlah kepada presiden karena presiden punya ambisi politik."
"Mana ya membayangkan anak yang selalu terjadi perselingkuhan di birokrasi karena pada mulai stres dimulai stres-stres karena Prabowo tidak bisa diharapkan untuk menang satu putaran itu."
Tadinya, kata Sobary di channel Mind TV, itu dari itu keluar dari mereka yang fanatik luar biasa.
"Pokoknya, pokoknya, Prabowo jadi, kata Qadari, tapi sekarang ini entah sembunyi di mana kagak ada suaranya."
"Kagak ada optimismenya mimpi melihat keadaan udah membela beliau dengan cara menyimpang."
"Jadi Presiden itu tidak pernah kampanye. presiden boleh kampanye presiden dari Jokowi itu diklaim itu datangnya dari dewa-dewa di langit turun dari surga mengantarkan sumbangan mengantarkan Bansos untuk rakyat."
"Prabowo tidak penting lagi apa itu asam sulfat, belimbing sayur, bukan belimbing buah kalau belimbing buah masih keren lah itu," katanya.
Upaya kubu Prabowo untuk menggunakan berbagai kekuatan agar menang satu putaran secara langsung sudah dibongkar dlam film di YouTube, Dirty Vote.
Film fenomenal itu membongkar semua praktik manipulasi dan kecurangan yang bisa dilakukan rezim yang berkuasa, yang mendukung nepotisme dan barisan 02.
Film itu ditayangkan di sejumlah kanal dan telah disaksikan jutaan penonton, yang diprediksi bisa terus bertambah karena banyak yang menyaksikan dengan nonton bareng (nobar) selain ditayangkan di sejumlah kanal yang berbeda.
Satu kanal sudah disaksikan oleh dua juta orang sampai lima juta orang.
Penonton diprediksi terus bertambah di mana kubu 02 nyaris pupus harapannya karena harus menang di atas 50 persen, menang di 20 provinsi berbeda dengan sebaran yang mencapai 20 persen selisihnya untuk menang.

