X

PEMILU DAN PILPRES Andi W Bongkar Ancaman Jokowi Sesumbar Dia Pasti Menang Saat Massa Amin Memadati JIS dan Gelombang Demonstrasi Mahasiswa Melawan Nepotisme Jokowi

10 Februari 2024 08:59 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Sabtu (10/2/2024) - Ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dinodai dengan nepotisme yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nepotisme itu terjadi sejak Gibran dan Bobby Nasution dijadikan sebagai wali kota di saat Jokowi menjadi presiden.

Baca Juga: Hukuman Setimpal Pelaku Pembunuhan Berencana Anak Tamara Tyasmara dengan Menenggelamkan Korban di Kolam Renang dengan Ancaman Hukuman Mati

Kala itu, mereka masih mesra dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Fungsionaris PDIP, Andi Widjajanto secara terbuka mengungkap dirinya dipanggil Jokowi sebelum mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Lemhanas.

Andi Widjajanto menjelaskan, Jokowi menyampaikan bahwa PSI pasti masuk parlemen.

"Dia juga menyatakan, tidak mungkin kami menang melawan mereka," katanya dalam acara di CNN.

Andi W menjelaskan bahwa Jokowi juga menyampaikan sesumbar bahwa PSI yang juga diketuai anaknya, Kaesang, akan lolos ke Senayan.

Meski dari semua survei menunjukkan bahwa partai gurem itu kembali gagal masuk parlemen.

Andi W menjelaskan, dirinya tidak peduli soal sesumbar Jokowi terkait PSI yang sebenarnya juga kental nepotisme yang dilakukannya, tapi yang membuat dia tidak bisa menerima adalah suara PDIP akan turun.

Dari rangkaian survei, suara PDIP memang merosot dan disalip oleh Gerindra yang menempati posisi pertama.

"Yang tidak bisa kami terima, dia menyatakan, suara PDIP akan turun."

Ucapan itu jelas membuat kubu PDIP tidak bisa menerima dan disusul mundurnya Andi W dari jabatannya.

Andi Widjajanto membongkar misteri di balik misi nepotisme yang dilakukan Jokowi untuk meloloskan Gibran yang menjadi cawapres dan Kaesang di PSI dengan segala cara.

Misi itu memang bisa terjadi karena Jokowi adalah penguasa dan rezim yang sangat keras pada semua pihak.

Termasuk untuk memasukkan PSI ke Senayan meski dari rangkaian pemilu, partai ini selalu gagal.

Dari sejumlah survei juga menunjukkan PSI tidak memenuhi syarat Parliamentary Threshold (PT) atau ambang batas minimal partai lolos ke DPR, Senayan.

Sementara itu, pasangan 01 kembali unjuk kekuatan pendukung mereka di kampanye terakhir di Jakarta, Sabtu.

Rangkaian kampanye terakhir dilakukan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Lautan manusia memadati JIS dalam upaya untuk mendukung pasangan Amin yang melakukan kampanye.

Kampanye akbar itu dihadiri Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mantan Wapres Jusuf Kalla, Syaikhu dari PKS, dan banyak lagi kalangan yang memenuhi JIS.

Pasangan Amin melaksanakan kampanye akbar di Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara, Sabtu.

Kampanye akbar ini disebut sebagai kampanye di hari yang memang memamerkan dukungan rakyat untuk pasangan Amin.

Anies Baswedan menyampaikan dalam kicauan di akun X milik dia.

JIS jam 4:30 pagi tadi...

Luar biasa massa yang hadir, bahkan sudah ada yang menginap sejak malam tadi.

Terima kasih atas semangatnya!

Teman-teman yang sudah berada di sekitar area JIS, harap tetap jaga ketertiban, saling jaga dan lindungi.

Lihat kiri-kanan dan bantu kalau ada yg butuh dibantu, ikuti petunjuk petugas, jaga ketenangan dan keikhlasan.

Baca Juga: Komponen Dana Bansos yang Mengalir sejak Desember 2023 Diduga Kuat Lebih Banyak Mengucur Buat Lembaga Survei dan Fedi Nuril Bongkar Nepotisme 02

Anies juga memberikan apresiasi pada pendukung di berbagai daerah.

Terakhir adalah dukungan yang meluap untuk acara Desak Anies di Surabaya.

Semalam, kami sudah melaksanakan Desak Anies Chapter Finale di Surabaya.

Terima kasih atas semangat teman-teman yang hadir hingga malam hari.

Semoga semua aspirasi yang sudah tertampung selama pelaksanaan Desak Anies di hampir seluruh wilayah Indonesia, bisa menjadi gagasan-gagasan yang kita realisasikan bersama untuk perubahan Indonesia yang jujur, adil, dan makmur untuk semua.

Meski animo demikian besar dari kubu 01 dan 03 diduga dengan kekuasannya, Jokowi bisa memaksakan kehendaknya untuk melakukan segala cara dan memuluskan rencana dia.