X

PEMILU DAN PILPRES Komponen Dana Bansos yang Mengalir sejak Desember 2023 Diduga Kuat Lebih Banyak Mengucur Buat Lembaga Survei dan Fedi Nuril Bongkar Nepotisme 02

09 Februari 2024 11:58 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Jumat (9/2/2024) - Dana bantuan sosial (bansos) senilai Rp 500 triliun mengalir untuk lembaga survei yang menjamur menjelang Pilpres 2024.

Sejumlah lembaga survei menikmati kucuran dana bansos senilai Rp 500 triliun.

Baca Juga: Terbongkar Bansos Rp 500 Triliun Bukan Uang Jokowi dan Bukan untuk Kampanye Gibran Dikucurkan Menjelang Pilpres Bukti Kuat KKN dan Nepotisme Dinasti

Hal itu antara lain diketahui berdasarkan hasil survei yang menempatkan pasangan yang di-endorse selalu tertinggi meski diduga hanya manipulasi.

Mereka yakni Prabowo Gibran dianggap hanya terpopuler saja bukan pasti bisa terpilih.

Manipulasi oleh lembaga survei di antaranya bisa dilakukan dengan menggunakan metode popularitas yang kemudian dianggap seolah terpilih.

Buktinya, meski Firaun itu terpopuler jika saat ini Firaun menjadi capres di Indonesia dipastikan tidak ada yang memilihnya jika sosok Firaun menjadi capres.

Lembaga survei berlomba mendapatkan kucuran dana bansos, sehingga kemudian mereka menikmati dana yang mencapai triliunan karena untuk sekali survei valid akan dibutuhkan dana Rp 120 miliar sampai Rp 500 miliar karena digunakan untuk biaya wawancara dan membayar responden.

Modus lembaga survei untuk memanipulasi hasil survei terkait kucuran dana bansos yang menggiurkan yang bisa dimasukkan sebagai komponen untuk kegiatan sosialisasi dan kehumasan.

Akibatnya, mereka melakukan survei fiktif bahkan hanya mewawancarai pihak yang menerima bansos.

Akibatnya ada survei kepuasan pada Jokowi yang ternyata hanya merupakan manipulasi saja karena buktinya rakyat teriak karena harga beras meroket.

Sosok Ahok yang muncul setelah mundur sebagai komisaris utama Pertamina kemudian membuka misteri dirinya dijadikan narapidana yang tidak bisa dia terima.

Dia menjelaskan kedudukan dia sebagai orang yang dipenjara oleh Jokowi padahal selama ini disebarkan isu bahwa yang memenjarakan Ahok adalah umat Islam.

"Dia yang menjadikan saya napi kok," kata Ahok.

Mahasiswa di sisi lain telah melakukan demonstrasi di mana-mana.

Kalangan guru besar dan akademisi dari sejumlah universitas dan perguruan tinggi ternama semua menolak nepotisme yang dilakukan oleh Jokowi.

Perdebatan sengit juga melibatkan netizen dan para pendukung nepotisme yang diusung oleh pendukung Jokowi untuk meloloskan Prabowo dan Gibran yang terbukti ditolak banyak kalangan rakyat dan pemilih di Indonesia.

Fedi Nuril kembali mengingatkan proses Kolusi, Korupsi, Nepotisme (KKN) dan melawan sejumlah BuzzeRp di media sosial.

Berikut sejumlah pernyataan Fedi Nuril yang sangat garang.

Salah satu bintang dalam perdebatan sengit Pilpres 2024 adalah Fedi Nuril.

Gue kasih utas pendek yang perlu dipahami dan diketahui generasi saat ini. 

Kenapa isu penculikan “terkesan”diangkat tiap 5 tahun?

Karena si pelaku penculikan masih nyapres lagi. 

Dari 2007 sampai sekarang “Aksi Kamisan” masih dilakukan tiap Kamis di depan Istana Negara. 

Silakan kembali telentang di atas meja, @Heraloebss

Gue gak peduli narasinya udah basi atau enggak. Gue cuma mau bersuara.

Masih saya bahas karena belum diadili dan masih ada yang belum pulang entah masih hidup atau mati.

Ternyata lo gak kuat mental berdebat di sini bisanya ngeblokir.

Mendingan lo telentang di atas meja aja sana.

Gak usah ngatur2 gue mau nyinyirin siapa, Taplak!

Capres pelaku penculik aktivis 98 yang masih mimpi mau jadi presiden harus dinyinyirin.

Gue tahu apa yang sudah keluar dari ketikan jempol gue. 

Jangan potong2 thread gue! 

Silakan masuk ke mesin cuci.

Sambil menunggu penjelasan lo, gue jelasin kerangka berpikir gue.

Orang mau melamar kerja/mengurus visa butuh SKCK.

Ada pelaku penculikan belum diadili dan dihukum, masa mau dikasih kekuasaan besar dengan jadi presiden?

Silakan dipikirkan di atas tumpukan taplak lainnya di dalam lemari.

“Kemakan hoax 5th-an”

Saya akan mempersilakan beliau sendiri yang menjelaskan. 

Silakan dibaca sambil gelantungan di jemuran. 

Eh, maaf, ternyata sudah malam. 

Silakan dibaca sambil telentang di meja setrikaan. 

“Tidak akan”. Mau jadi Tuhan juga lo?

Jadi, kita kasih aja si pelaku penculikan aktivis 98 jadi presiden tanpa usaha menghambat dulu?

Kalau lo mageran, berarti cocoknya lo telentang di atas meja aja.

Waktu kejadian, gue udah SMA dan sampai sekarang masih jajan cireng.

Narasinya masih culak culik karena belum diadili dan masih ada yang belum pulang entah masih hidup atau mati.

Baca Juga: Luar Biasa Ditanya Anies Gaji Guru Rp 300 Ribu Sehingga Wajib Meningkatkan Kesejahteraan Guru dan Dosen Saat Semburan Fitnah Fahri Hamzah dan Erick

Sejumlah fakta yang disampaikan Fedi Nuril sangat menyentak kesadaran soal kejahatan KKN di masa Orde Baru yang melibatkan Prabowo Subianto sebagai menantu Presiden Soeharto.

Konflik di keluarga Soeharto yang melibatkan Prabowo Subianto usai operasi penculikan dan upaya kudeta telah mengakibatkan dia harus diusir dan diceraikan oleh Titiek Soeharto.

Prabowo Subianto kemudian bersembunyi selama beberapa waktu di Jordania dan kemudian kembali ke Indonesia di saat banyak yang belum tahu bahkan banyak yang belum lahir saat kekejaman di masa Orde Baru berlangsung secara brutal.