X

PEMILU DAN PILPRES Co Captain Timnas AMIN: Tim Prabowo-Gibran Hanya mau Pemaparan Visi-Misi, Bukan Debat

03 Desember 2023 17:51 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (3/13/2023) - Terkait silang pendapat perihal usulan debat capres dan cawapres di Pilpres 2024, Nihayatul Wafiroh, Co-captain Timnas AMIN yang merupakan peserta FGD Debat di KPU, menegaskan posisinya sekaligus meluruskan pendapat keliru terkait hal tersebut di masyarakat.

“Dalam FGD tanggal 29 November 2023 di KPU, kami mencatat usulan dari TIM PASLON NO. 2 agar format debat hanya berupa pemaparan dan pendalaman dokumen visi-misi saja. Ini berarti format debat hanya melibatkan tanya-jawab antara paslon dengan moderator dan panelis, serta menghilangkan sanggahan antar paslon secara keseluruhan.

Menurut tim paslon 2, debat dengan model saling menanggapi antar paslon akan menghabiskan banyak waktu tanpa ada kesempatan menjelaskan visi dan misi masing-masing paslon,” kata dalam keyerangan tertulis diterima DKYLB.COM, Minggu (3/12/2023).

Baca Juga: Debat Cawapres Ditiadakan, TKN Prabowo-Gibran: Usulan Kubu AMIN

Menurut Nihayatul, dalam kesempatan yang sama TIMNAS AMIN telah dengan tegas menolak usulan TIM PASLON NO.2 yang jika disetujui akan membatasi pengenalan pemilih terhadap kualitas utuh para paslon, serta terkesan ingin memberikan kenyamanan berlebih pada paslon tertentu.

“Penolakan serupa juga diutarakan oleh TIM PASLON NO.3,” ujarnya.

Lebih jauh dia menyebutkan,  dalam pertemuan FGD oleh KPU di 29 November 2023, TIMNAS AMIN menyampaikan ide awal dalam diskusi FGD tersebut bahwa sebaiknya dalam setiap agenda debat, pasangan calon capres-cawapres untuk selalu dihadirkan dalam seluruh rangkaian debat. 

“Namun bukan menghilangkan debat cawapres. Dalam pemikiran usulan yang kami sampaikan tersebut, kehadiran paslon secara lengkap tetap penting sekalipun hanya capres atau cawapres saja yang tengah berdebat.

Artinya, jika agenda debat yang sedang berlangsung adalah antara cawapres maka capres bisa tetap dihadirkan meskipun sebagai audiens dan tidak untuk berdebat sama sekali. Usulan kami untuk “Hadir berpasangan lengkap” bukan berarti “hadir untuk berdebat”, serta juga bukan berarti menghilangkan debat antara cawapres,” jelasnya.

Baca Juga: Format Debat Berubah, Ray Rangkuti: KPU Kaburkan Peran Cawapres

Lebih jauh dikatakan  dalam konklusi rapat KPU tersebut jelas menyatakan bahwa yang disepakati hari itu hanya  lokasi agenda debat di Jakarta dan tanggal/waktu pelaksanaannya.

Sementara format debat dan teknis lainnya KPU menyatakan akan menggelar kembali rapat dengan seluruh tim paslon, dan untuk itu meminta masukan tertulis dari masing-masingp aslon untuk diterima paling lambat 1 Desember 2023, yang mana pasangan AMIN telah mengirimkan surat no 038/EXT/TA-REK/XII/2023 pada waktu yang ditetapkan.

“Dalam surat masukan tertulis TIMNAS AMIN sesuai poin 6, secara jelas mengusulkan tetap adanya debat cawapres. Kami masih menunggu KPU untuk mengadakan rapat sebagaimana dijanjikan pada pertemuan pada tanggal 29 November 2023 utk menyapakati bersama format dan teknis debat yang paling menguntungkan bagi para pemilih,” ujar Nihayatul.

Baca Juga: Ada Pemungutan Suara Pendahuluan, KPU Terapkan 3 Metode Pemungutan Suara Pemilu 2024 di Luar Negeri

Pada prinsipnya, kata dia, pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Rasyid Baswedan-A. Muhaimin Iskandar menyatakan siap untuk mengikuti proses rangkaian kegiatan debat dengan apapun teknis/ketentuan yang akan ditetapkan oleh KPU RI. 

“Bahkan Apabilad iperlukan, TIMNAS AMIN menyatakan mendukung adanya setidaknya dua acara debat tambahan selain kelima agenda yang telah direncanakan, demi memaksimalkan kesempatan rakyat Indonesia untuk mengenal para pasangan calon beserta gagasannya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya TKN Prabowo Gibran menyebut bahwa yang mengusulkan tidak ada debat khusus cawapres adalah seorang ibu-ibu dari Tim AMIN. Namun hal itu ditepis kubu AMIN. (*)