X

PEMILU DAN PILPRES Format Debat Berubah, Ray Rangkuti: KPU Kaburkan Peran Cawapres

03 Desember 2023 16:13 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (3/12/2023) –  Pengamat politik Ray Rangkuti mendesak KPU evaluasi, dan mempertimbangkan gunakan kembali format debat Pilpres 2019.

Dia juga menyayangkan format debat calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) terbaru yang meniadakan debat khusus cawapres.

“Kami meminta agar KPU mengevaluasi kembali formaf debat yang ditetapkan. Setidaknya, dapat dibagi dalam 2 kali capres vs capres, 2 kali debat capres/cawapres, dan 1 kali debat cawapres. Pembagian seperti jauh lebih adil bagi paslon juga bagi pemilih,” kata Ray kepada wartawan, Minggu (3/12/2023).

Ia menilai antusiasme masyarakat justru ingin melihat debat cawapres, bukan capresnya.

Dengan format debat yang baru, kata dia, KPU malah mengaburkan formatnya dengan menggabungkan debat cawapres bersama capres sehingga format itu justru jadi antiklimaks.

“KPU seperti tidak menangkap apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat yang jelas-jelas merupakan pemilih pada Pilpres yang akan datang,” ujar Ray Rangkuti.

Ray Rangkuti menilai KPU seperti mengabaikan peran dan urgensi debat cawapres.

“Padahal, debat sendiri para cawapres bukan saja perlu untuk memastikan bahwa capres dan cawapresnya sama-sama memahami visi-misi dan program yang sama, tapi sekaligus memberi tempat yang layak bagi cawapres sebagai aktor penting dalam ketatanegaraan kita,” jelas Ray.

Baca Juga: Ada Pemungutan Suara Pendahuluan, KPU Terapkan 3 Metode Pemungutan Suara Pemilu 2024 di Luar Negeri

Cawapres, tutur dia, juga merupakan aktor yang dapat meningkatkan suara paslon. Maka, kata Ray, dengan memberi kesempatan utuh bagi mereka tampil artinya membuka kesempatan kepada siapapun paslonnya untuk dapat memikat pemilih.

“Penting bagi KPU untuk mendengar apa yang menjadi keinginan masyarakat. Sebab, pada dasarnya, pemilu ini untuk pemilih. Maka karena itu, KPU harus memfasilitasinya dalam kebijakan,” pungkasnya.

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari telah menjelaskan pihaknya memutuskan lima kali debat Pilpres  2024 yang akan dihadiri secara bersamaan oleh pasangan capres dan cawapres.

Sehingga tidak ada debat khusus yang terpisah antara capres dengan cawapres seperti Pilpres 2019 lalu. (*)

 

Sumber: Inilah.com