X

PEMILU DAN PILPRES TPN Ganjar Duga Skema Debat Cawapres KPU untuk Akomodasi Gibran

02 Desember 2023 05:47 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (2/12/2023) –  Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menduga skema debat Pilpres 2024 yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umun (KPU) sehingga tidak ada debat khusus cawapres untuk mengakomodasi kubu cawapres nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka.

"Tapi tentu hasil rembuk di KPU tersebut bisa dilihat secara tak langsung oleh masyarakat sebagai bentuk kompromi, yang kemungkinan besar untuk mengakomodir kepentingan Gibran," kata Juru Bicara TPN Ganjar, Chico Hakim, Jumat (1/12/2023).

Diketahui KPU telah menetapkan lima kali debat capres-cawapres dan semuanya akan diikuti semua paslon. Dalam aturan itu, meski ada dua debat khusus cawapres, capres tetap akan ikut mendampingi.

KPU memang mengatur bahwa lima debat yang diselenggarakan akan terbagi dalam tiga kali debat calon presiden dan dua kali debat calon wakil presiden.

Hanya saja, dalam lima debat tersebut, para calon presiden dan calon wakil presiden akan sama-sama naik panggung.

Baca Juga: Cak Imin Sesalkan Tidak Adanya Debat Khusus Cawapres

Perbedaannya terdapat pada proporsi bicara masing-masing capres dan cawapres, tergantung agenda debat hari itu, apakah debat capres atau debat cawapres.

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menjelaskan bahwa ketentuan itu diterapkan supaya pemilih dapat melihat sejauh mana kerja sama masing-masing capres-cawapres bahu-membahu satu sama lain dalam penampilan debat.

Namun Chico meyakini kehadiran semua pasangan calon dalam debat khusus cawapres itu karena Gibran dianggap sebagai sosok yang kurang memiliki pengalaman.

Dibanding dua cawapres lainnya, dia menyebut Gibran tak baik soal visi misi, pemahaman masalah, maupun kemampuan mengkomunikasikan sesuatu yang bersifat substantif.

"Yang memang kita ketahui adalah sosok yang kurang dari segi pengalaman, pemahaman masalah, bahkan pemahaman visi misi, maupun dari segi kemampuan mengkomunikasikan gagasan maupun hal-hal substantif," ujarnya.

Sementara itu, Chico memastikan semua skema debat yang telah ditetapkan KPU tak akan bermasalah bagi pihaknya. Debut publik kata dia bukan hal baru bagi Ganjar-Mahfud.

"Pada prinsipnya, apapun format debat capres cawapres tidak akan menjadi masalah bagi paslon kami. Debat publik soal gagasan bukan hal baru bagi keduanya dan sudah sering dilakukan," kata dia.

Baca Juga: Tidak Mungkin Kabinet Tanpa Menteri dari Partai Politik, Mahfud Md: Kalau Ada yang Menjanjikan Itu Pasti Bohong

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres dan Cawapres nomor urut 2 mengklaim Gibran Rakabuming Raka membantah bahwa perubahan skema debat KPU pada Pilpres tahun depan merupakan usulan dari paslon nomor urut 2.

"Saya kira, saya tidak meng-underestimate kemampuan Gibran ya, karena beliau sudah pernah memimlin wali kota, dan narasi-narasinya kan cukup baik dan memiliki gagasan. Kalau gagasan yang akan disampaikan tentu gagasan bersama. Jadi tidak ada sesuatu yang membuat Gibran menjadi gagap, tidak ada," kata anggota dewan pembina TKN Hatta Rajasa, Jumat.

Hatta Rajasa memastikan Gibran bakal tetap siap apabila di kemudian hari skema debat khusus cawapres oleh KPU tetap diadakan seperti Pilpres terdahulu.

Hal tersebut, kata dia, karena Gibran tidak memiliki kekhawatiran atau ketakutan untuk menyampaikan gagasannya kepada publik.

Baca Juga: Baru Nikah Siri Saja, Sebanyak 94 Warga Rumpin Bogor dan Parung Panjang Melakukan Isbat Nikah

Namun demikian, Hatta juga menghormati KPU yang sudah memutuskan bahwa debat capres dan cawapres Pilpres 2024 tak digelar secara terpisah dalam lima kali gelaran. Dengan demikian, semua pasangan calon akan hadir bersamaan.

"Saya kira itu kewenangan KPU kan untuk menetapkan itu, jadi tidak ada maslaah. Dan kalaupun KPU nanti menetapkan ada debat cawapres, Gibran juga sudah siap untuk melakukan itu," kata Hatta.

Hatta Rajasa sendiri secara pribadi mengaku lebih sepakat pada skema debat KPU yang terkini, yakni tidak ada pemisahan debat capres dan cawapres. Ia mengatakan baik capres dan cawapres memiliki visi dan misi yang sama. (*)