TERKINI Pemimpin Gereja yang Menolak Kemewahan
DKYLB.com. (29/04/2025). JAKARTA. Paus Fransiskus dikenal luas sebagai sosok yang rendah hati dan menolak gaya hidup mewah, meskipun menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik dan kepala negara Vatikan. Sejak awal masa jabatannya pada 2013, ia membuat keputusan mencolok dengan memilih tinggal di wisma Domus Sanctae Marthae, bukan di Istana Apostolik seperti para pendahulunya. Sikap ini bukan sekadar simbolis, melainkan cerminan nilai-nilai kesederhanaan yang ia pegang teguh.
Secara pribadi, Paus Fransiskus tak dikenal memiliki kekayaan besar. Ia menolak gaji kepausan dan lebih memilih mengarahkan dana tersebut untuk kepentingan sosial. Menurut laporan The Economic Times, ia tidak mengklaim kepemilikan pribadi atas aset Vatikan seperti kendaraan atau tempat tinggal resmi. Dalam banyak kesempatan, ia juga memilih mengenakan pakaian dan perhiasan sederhana, bahkan masih menggunakan salib logam yang ia miliki sejak menjadi uskup di Buenos Aires.
Baca Juga: Warisan Terakhir Paus Fransiskus: Pesan Cinta dan Harapan
Namun, bukan berarti Vatikan miskin. Sebagai institusi, Vatikan memiliki aset luar biasa, mulai dari karya seni legendaris, properti bersejarah, hingga investasi keuangan. Paus Fransiskus beberapa kali berupaya melakukan reformasi sistem keuangan Vatikan agar lebih transparan dan bersih dari korupsi. Ia juga mendorong agar kekayaan tersebut digunakan untuk misi kemanusiaan Gereja, bukan untuk memperkaya individu.
Menjelang akhir masa hidupnya, beredar laporan bahwa Paus Fransiskus tidak meninggalkan kekayaan pribadi dalam jumlah besar. Bahkan, seorang imam yang dekat dengannya menyebut bahwa ia hanya memiliki uang tunai sekitar $100 saat wafat. Walau angka ini belum bisa diverifikasi penuh, hal tersebut sejalan dengan citra dan gaya hidupnya selama menjabat: tidak menimbun harta, tetapi mengabdi bagi sesama.
Baca Juga: Simak Kronologi Wafatnya Paus Fransiskus Yang Disiarkan Langsung Kemarin
Warisan terbesar Paus Fransiskus bukanlah angka di rekening atau properti bernilai tinggi, tetapi pengaruh moral dan spiritual yang ditinggalkannya. Ia menunjukkan bahwa menjadi pemimpin besar tidak harus hidup dalam kemewahan. Justru dengan kesederhanaannya, ia menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia bahwa makna kekayaan sejati terletak pada keberanian untuk melayani dan mencintai tanpa pamrih.
(Dominique Diaradearta Silaban)

