TERKINI Transformasi Kota Bandung: Dari Kemacetan ke Kota Ramah Sepeda
DKLYB.com, Kamis (02/01/2025), Bandung – Kota Bandung sedang melakukan transformasi besar-besaran untuk mengurangi kemacetan sekaligus menjadi kota yang lebih ramah lingkungan. Salah satu inisiatif utama adalah pengembangan infrastruktur bagi pesepeda.
Pemerintah Kota Bandung, bekerja sama dengan komunitas lokal dan organisasi internasional, telah membangun jalur sepeda sepanjang 25 kilometer yang menghubungkan pusat kota dengan daerah pinggiran.
Ridwan Kamil, mantan Wali Kota Bandung dan kini menjadi mentor proyek ini, menyatakan, “Kota ini pernah dijuluki kota macet.
Baca Juga: Startup Teknologi Hijau Indonesia Menembus Pasar Global
Namun, melalui perubahan infrastruktur dan budaya, Bandung bisa menjadi contoh bagaimana kota besar beradaptasi dengan tantangan urban modern.”
Manfaat Jalur Sepeda:
- Mengurangi Emisi Karbon: Data dari Dinas Perhubungan menunjukkan bahwa penggunaan sepeda mengurangi emisi karbon sebesar 15% sejak jalur sepeda mulai aktif digunakan.
- Meningkatkan Kesehatan Warga: Dengan bersepeda, masyarakat lebih aktif bergerak, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
- Mendorong Ekonomi Lokal: Banyak warung dan kafe kecil bermunculan di sepanjang jalur sepeda, menarik pesepeda yang ingin beristirahat.
Salah satu warga, Rian Syahputra (35), mengungkapkan dampak positif perubahan ini. "Saya dulu harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam di jalan untuk pergi ke kantor. Sekarang, saya bisa sampai lebih cepat dengan sepeda, sekaligus menghemat biaya transportasi."
Namun, perubahan ini tidak datang tanpa tantangan. Banyak pengendara kendaraan bermotor yang masih belum menghormati jalur sepeda, menyebabkan beberapa insiden kecelakaan kecil. Pemerintah Kota Bandung telah merespons dengan meningkatkan patroli dan memasang rambu yang lebih jelas.
Ke depan, Kota Bandung berencana menambah jalur sepeda hingga 50 kilometer lagi pada 2027, termasuk menghubungkan jalur ini dengan stasiun kereta api untuk mempermudah integrasi transportasi.
“Transformasi ini adalah perjalanan panjang, tetapi kami optimis. Bandung akan menjadi kota yang tidak hanya ramah sepeda, tetapi juga ramah lingkungan,” tutup Ridwan Kamil.
(Kevin Zulfian Bay)

