TERKINI Startup Teknologi Hijau Indonesia Menembus Pasar Global
DKLYB.com, Kamis (02/01/2025), Jakarta – Inovasi teknologi hijau dari Indonesia mulai menjadi pembicaraan di panggung internasional. Startup lokal seperti Nusantara Energy dan EcoSolutions tidak hanya mencuri perhatian di dalam negeri tetapi juga memikat investor global dengan teknologi ramah lingkungan yang mereka kembangkan.
Nusantara Energy, misalnya, berhasil menciptakan panel surya yang 80% bahannya dapat didaur ulang, membuatnya lebih ramah lingkungan dibandingkan produk serupa di pasar. Teknologi ini kini digunakan di lebih dari 1.000 rumah di kawasan pedesaan Indonesia, terutama di daerah yang sulit dijangkau listrik.
“Kami ingin memberikan solusi yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga terjangkau bagi masyarakat pedesaan,” ujar Adrian Kusuma, CEO Nusantara Energy. “Dengan panel surya kami, satu keluarga bisa mendapatkan listrik selama 10 tahun tanpa harus bergantung pada bahan bakar fosil.”
Keunggulan Startup Teknologi Hijau Lokal:
- Skalabilitas Lokal: Produk seperti panel surya Nusantara Energy dirancang untuk kondisi geografis Indonesia, sehingga lebih efisien dalam penerapannya.
- Fokus Komunitas: EcoSolutions bekerja langsung dengan desa-desa untuk mengubah limbah organik menjadi biogas yang digunakan untuk memasak dan penerangan.
Dukungan dari pemerintah juga mulai terasa. Pada 2024, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meluncurkan insentif pajak bagi perusahaan teknologi hijau. Program ini memicu peningkatan investasi hingga Rp1,5 triliun di sektor tersebut, termasuk dari perusahaan multinasional seperti Tesla dan Panasonic.
Namun, para pelaku industri menyoroti tantangan regulasi dan edukasi. “Teknologi kami bisa sukses, tetapi tanpa dukungan kebijakan yang konsisten, sulit untuk berkembang,” jelas David Sihombing, CEO EcoSolutions.
Ke depan, pemerintah berencana meluncurkan program nasional bertajuk "Green Economy 2025," yang bertujuan untuk menciptakan 10.000 lapangan kerja baru di sektor teknologi hijau. Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan mampu menjadi pemimpin dalam transisi energi global, sekaligus menginspirasi negara lain untuk mengikuti jejaknya.
(Kevin Zulfian Bay)

