TERKINI Krisis Tenaga Medis di Pedalaman Papua: Sebuah Masalah Kronis
DKLYB.com, Kamis (02/01/2025), Papua – Kekurangan tenaga medis di pedalaman Papua menjadi isu serius yang mempengaruhi layanan kesehatan dasar bagi masyarakat setempat. Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa lebih dari 70% puskesmas di daerah ini tidak memiliki dokter tetap, sementara sebagian besar hanya bergantung pada perawat atau bidan tanpa kualifikasi medis yang memadai.
“Banyak tenaga medis yang enggan ditempatkan di pedalaman karena keterbatasan fasilitas, insentif yang minim, serta tantangan geografis yang berat,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sebuah wawancara, Kamis (02/01/2025).
Kondisi ini diperparah oleh sulitnya akses transportasi dan komunikasi di daerah terpencil. Misalnya, warga Distrik Agats, Kabupaten Asmat, harus menempuh perjalanan lebih dari 8 jam menggunakan perahu untuk mencapai fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: FENOMENA CUACA EKSTREM GANGGU TRANSPORTASI UDARA DI INDONESIA
Kisah Nyata:
Maria Yosepha (34), seorang ibu di Kabupaten Yahukimo, menceritakan perjuangannya. “Anak saya sakit demam tinggi, tetapi tidak ada dokter di puskesmas. Saya harus pergi ke kota kabupaten untuk mencari pengobatan, tetapi biaya transportasi terlalu mahal,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Program Nusantara Sehat yang diluncurkan pemerintah sejak 2015 bertujuan untuk mengirimkan tenaga medis ke wilayah terpencil. Namun, efektivitas program ini dipertanyakan. Hingga kini, masih banyak wilayah yang belum terjangkau oleh layanan kesehatan memadai.
Dr. Vinsensius Boma, seorang aktivis kesehatan masyarakat di Papua, mengusulkan solusi jangka panjang. "Pemerintah harus mengalokasikan anggaran lebih besar untuk membangun fasilitas kesehatan dan memberikan insentif yang layak bagi tenaga medis. Tanpa langkah ini, pemerataan layanan kesehatan hanya akan menjadi mimpi."
Kementerian Kesehatan berjanji untuk meningkatkan alokasi anggaran pada 2025, termasuk pembangunan rumah sakit daerah dan pelatihan tenaga medis lokal. Namun, masyarakat Papua berharap realisasi janji ini dapat segera dirasakan, mengingat kondisi kesehatan yang terus memburuk.
(Kevin Zulfian Bay)

