TERKINI Apa Itu AIDS? Ini dia Data dan Faktanya di Seluruh Dunia
DKYLB.COM (1/12/2023) – Hari ini 1 Desember 2023 seluruh dunia memeringati Hari AIDS Sedunia. Namun apa itu sebenarnya AIDS?
HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang bisa menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Dilansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, virus tersebut bisa mengganggu kemampuan di dalam tubuh manusia untuk melawan infeksi dan penyakit.
Jika HIV tidak diobati dengan benar maka bisa berpotensi dan berkembang menjadi penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang membuat sistem kekebalan tubuh penderitanya menjadi sangat lemah sehingga rentan terkena berbagai infeksi dan penyakit serius.
Gejala HIV yang umum muncul pada tahap awal infeksi, yakni: sariawan, sakit kepala, kelelahan, radang tenggorokan, hilang nafsu makan, nyeri otot, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening dan berkeringat pada malam hari.
HIV/AIDS meliputi beberapa fase, sbb:
- Fase I (Periode Jendela):
- Meskipun tubuh telah terinfeksi HIV pemeriksaan darah belum ditemukan antibodi anti-HIV.
- Pada periode ini seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkan pada orang lain dan ditandai dengan vital load HIV sangat tinggi dan limfosit T CD4 menurun tajam.
- “flu-like syndrome” terjadi akibat serokonversi dalam darah, saat replikasi virus terjadi sangat hebat pada infeksi primer HIV.
- Fase ini biasanya berlangsung sekitar dua minggu sampai tiga bulan sejak infeksi awal.
- Fase II (Masa Laten):
- Fase ini bisa disertai gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (asimtomatik).
- Viral load menurun dan relatif stabil, namun CD4 berangsur-angsur menurun.
- Tes darah antibodi terhadap HIV menunjukkan hasil reaktif, walaupun gejala penyakit belum timbul.
- Pada fase ini, orang dengan HIV tetap dapat menularkan HIV kepada orang lain.
- Masa tanpa gejala rata-rata berlangsung selama 2-3 tahun, sedangkan masa dengan gejala ringan bisa berlangsung hingga 5-8 tahun.
- Fase III (Masa AIDS)
- Fase terminal infeksi HIV, kekebalan tubuh telah menurun drastis, nilai viral load semakin tinggi, dan CD4 sangat rendah sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai infeksi oportunistik.
- Tuberkulosis (TBC), herpes zoster (HZV), oral hairy cell leukoplakia (OHL), Kandidiasis oral, Pneumocystic jirovecii pneumonia (PCP), infeksi cytomegalovirus (CMV), papular pruritic eruption (PPE) dan Mycobacterium avium complex (MAC).
Baca Juga: Kondisi Ekonomi Tidak Baik-baik Saja, Jokowi Minta Sri Mulyani Cs 'Ngopi' Seminggu Sekali
Penyait HIV/AIDS hingga saat ini masih terus menghantui dunia. Dilansir PBB Indonesia berikut data dan fakta HIV dan AIDS global saat ini.
Statistik HIV global
- 39 juta [33,1 juta–45,7 juta] orang di seluruh dunia hidup dengan HIV pada tahun 2022.
- 1,3 juta [1 juta–1,7 juta] orang baru terinfeksi HIV pada tahun 2022.
- 630.000 [480.000–880.000] orang meninggal karena penyakit terkait AIDS pada 2022.
- 29,8 juta orang mengakses terapi antiretroviral pada tahun 2022.
- 85,6 juta [64,8 juta–113,0 juta] orang telah terinfeksi HIV dan 40,4 juta [32,9 juta–51,3 juta] orang telah meninggal karena penyakit terkait AIDS sejak awal epidemi.
Orang yang hidup dengan HIV
- Pada tahun 2022, terdapat 39 juta [33,1 juta–45,7 juta] orang hidup dengan HIV.
- 37,5 juta [31,8 juta–43,6 juta] orang dewasa (15 tahun atau lebih).
- 1,5 juta [1,2 juta–2,1 juta] anak (0–14 tahun).
- 53% dari seluruh orang yang hidup dengan HIV perempuan dan anak perempuan.
- 86% [73– >98%] dari seluruh orang yang hidup dengan HIV mengetahui status HIV mereka pada tahun 2022.
Orang yang hidup dengan HIV mengakses terapi antiretroviral
- Pada akhir Desember 2022, 29,8 juta orang (76% [65–89%] dari seluruh orang yang hidup dengan HIV) mengakses terapi antiretroviral, naik dari 7,7 juta pada tahun 2010.
- 77% [65–90%] orang dewasa berusia 15 tahun ke atas mempunyai akses terhadap pengobatan; namun, hanya 57% [44–78%] anak usia 0–14 tahun yang memiliki akses.
- 82% (69–95%) perempuan berusia 15 tahun ke atas mempunyai akses terhadap pengobatan; namun, hanya 72% [60–84%] laki-laki berusia 15 tahun ke atas yang memiliki akses.
- 82% (64–98%) perempuan hamil yang hidup dengan HIV memiliki akses terhadap obat antiretroviral untuk mencegah penularan HIV ke anak mereka pada tahun 2022.
- 9,2 juta orang yang hidup dengan HIV tidak memiliki akses terhadap pengobatan antiretroviral pada tahun 2022.
Baca Juga: Mahasiswa UGM Temukan Khasiat Cabe Jawa Sebagai Minuman Fungsional Penderita Diabetes
Infeksi HIV baru
- Infeksi HIV baru telah berkurang sebesar 59% sejak puncaknya pada tahun 1995.
- Pada tahun 2022, 1,3 juta [1 juta–1,7 juta] orang baru terinfeksi HIV, dibandingkan dengan 3,2 juta [2,5 juta–4,3 juta] orang pada tahun 1995.
- Perempuan dan anak perempuan menyumbang 46% dari seluruh infeksi baru pada tahun 2022.
- Sejak tahun 2010, infeksi HIV baru telah menurun sebesar 38%, dari 2,1 juta [1,6 juta–2,8 juta] menjadi 1,3 juta [1 juta–1,7 juta] pada tahun 2022.
- Sejak tahun 2010, infeksi HIV baru di kalangan anak-anak telah menurun sebesar 58%, dari 310.000 [210.000–490.000] pada tahun 2010 menjadi 130.000 [90.000–210.000] pada tahun 2022.
Kematian terkait AIDS
- Kematian terkait AIDS telah berkurang sebesar 69% sejak puncaknya pada tahun 2004 dan sebesar 51% sejak tahun 2010.
- Pada tahun 2022, sekitar 630.000 [480.000–880.000] orang meninggal karena penyakit terkait AIDS di seluruh dunia, dibandingkan dengan 2,0 juta [1,5 juta–2,8 juta] orang pada tahun 2004 dan 1,3 juta [970.000–1,8 juta] orang pada tahun 2010.
- Kematian terkait AIDS telah menurun sebesar 55% pada perempuan dan anak perempuan serta sebesar 47% pada laki-laki dan anak laki-laki sejak tahun 2010.
Wanita dan anak perempuan
- Secara global, 46% dari seluruh infeksi HIV baru terjadi pada perempuan dan anak perempuan pada tahun 2022.
- Di Afrika Sub-Sahara, remaja perempuan dan perempuan muda menyumbang lebih dari 77% infeksi baru di kalangan remaja berusia 15-24 tahun pada tahun 2022.
- Di Afrika Sub-Sahara, remaja perempuan dan perempuan muda (berusia 15-24 tahun) memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar tertular HIV dibandingkan remaja laki-laki pada tahun 2022.
- Setiap minggunya, 4000 remaja perempuan dan perempuan muda berusia 15–24 tahun terinfeksi HIV secara global pada tahun 2022. 3100 di antaranya terjadi di Afrika Sub-Sahara.
- Hanya sekitar 42% kabupaten dengan kejadian HIV tinggi di Afrika sub-Sahara yang mendedikasikan program pencegahan HIV untuk remaja perempuan dan perempuan muda pada tahun 2021.
Populasi kunci
Secara global, median prevalensi HIV pada populasi orang dewasa (usia 15-49 tahun) adalah 0,7%.Namun median prevalensi lebih tinggi pada populasi kunci:
- 2,5% di antara pekerja seks
- 7,5% di antara laki-laki gay dan laki-laki lain yang berhubungan seks dengan laki-laki
- 5,0% di antara orang yang menyuntikkan narkoba
- 10,3% di kalangan transgender
- 1,4% di antara orang-orang di penjara.
Target pengujian dan pengobatan (95–95–95)
- Pada tahun 2022, 86% [73– >98%] dari seluruh orang yang hidup dengan HIV mengetahui status HIV mereka. Di antara masyarakat yang mengetahui statusnya, 89% [75– >98%] mengakses pengobatan. Dan di antara orang yang mengakses pengobatan, 93% [79– >98%] mengalami penekanan virus.
- Di antara semua orang yang hidup dengan HIV, 86% [73– >98%] mengetahui status mereka, 76% [65–89%] mengakses pengobatan dan 71% [60–83%] mengalami penekanan virus pada tahun 2022.
- Lima negara—Botswana, Eswatini, Rwanda, Republik Tanzania, dan Zimbabwe telah mencapai target 95-95-95 pada tahun 2022. (*)

