X

TERKINI 1 Desember Hari AIDS Sedunia, 85,6 Juta Orang Terinfeksi HIV, 40,4 Juta Orang Meninggal Sejak Awal Epidemi

01 Desember 2023 06:45 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (1/12/2023) – Peringatan Hari AIDS Sedunia sering diperingati di seluruh dunia pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya menyusul fakta dan data penyakit yang  mematikan ini masih menghantui dunia hingga saat ini.

Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), data menunjukkan pada tahun 2022 sebanyak 39 juta [33,1 juta–45,7 juta] orang di seluruh dunia hidup dengan HIV. Seiring dengan itu 1,3 juta [1 juta–1,7 juta] orang baru terinfeksi HIV pada tahun 2022 dan   sebanyak 630.000 [480.000–880.000] orang meninggal karena penyakit terkait AIDS pada tahun 2022.

Data tersebut juga menunjukkan sebanyak  29,8 juta orang mengakses terapi antiretroviral pada tahun 2022.

Sementara sejak awal epidemi sebanyak 85,6 juta [64,8 juta–113,0 juta] orang telah terinfeksi HIV dan 40,4 juta [32,9 juta–51,3 juta] orang telah meninggal karena penyakit terkait AIDS.  sejak awal epidemi.

Baca Juga: Mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Kritik Pembangunan IKN: Menambah Masalah Lagi

Atas fakta teresebut peringatan Hari Aids Sedunia selain sebagai pengingat, juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS kepada masyarakat internasional dan untuk mengenang mereka yang meninggal karena penyakit terkait AIDS.

Peringatan Hari AIDS Sedunia berawal ketika dua orang humas dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) James Bunn dan Thomas Netter mengajukan peringatan tersebut kepada Direktur Program Global.

Melalui pengajuan tersebut akhirnya peringatan Hari AIDS Sedunia ditetapkan pada tanggal 1 Desember oleh WHO. Kemudian, pada 1996 Hari AIDS Sedunia diambil alih oleh UNAIDS sebagai lembaga PBB.

Diharapkan dengan hal tersebut penyebaran jaringan dan informasi terkait AIDS kepada dunia akan jauh lebih luas.

Dilansir laman Perserikatan Bangsa – Bangsa Indonesia, tema peringatan tahun ini yakni “Biarkan masyarakat yang memimpin”. Tema ini dipilih mengingat organisasi komunitas yang hidup dengan berisiko, atau terdampak oleh HIV merupakan garda terdepan dalam upaya penanggulangan HIV.

Baca Juga: Kondisi Ekonomi Tidak Baik-baik Saja, Jokowi Minta Sri Mulyani Cs 'Ngopi' Seminggu Sekali

Namun masyarakat masih terhambat dalam kepemimpinan mereka. Kekurangan dana, hambatan kebijakan dan peraturan, keterbatasan kapasitas, dan tindakan keras terhadap masyarakat sipil dan hak asasi manusia dari komunitas yang terpinggirkan, menghalangi kemajuan layanan pencegahan dan pengobatan HIV.

Jika hambatan-hambatan ini dihilangkan, organisasi-organisasi yang dipimpin oleh masyarakat dapat menambah dorongan yang lebih besar untuk penanggulangan HIV global, memajukan kemajuan menuju akhir AIDS.

Hari AIDS Sedunia ini lebih dari sekedar perayaan atas pencapaian komunitas; ini adalah sebuah ajakan untuk bertindak untuk memungkinkan dan mendukung komunitas dalam peran kepemimpinan mereka.

Selama bertahun-tahun, pemahaman yang rinci tentang epidemi HIV telah muncul melalui pengumpulan, analisis, dan penyebaran data, yang membantu program-program untuk menjangkau orang yang tepat di tempat dan waktu yang tepat. Dengan memiliki data berkualitas tinggi mengenai penanggulangan AIDS, target yang ambisius, terukur, dan terikat waktu dapat ditetapkan untuk melacak kemajuan dan memastikan akuntabilitas. (*)