X

TERKINI Nih Info yang Dicari! Adian Napitupulu Sebut Persoalan Jokowi dan PDI-P Bermula dari Ditolaknya 3 Periode

25 Oktober 2023 15:37 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (25/10/2023) –  Akhir-akhir ini publik bertanya-tanya seputar akar masalah seputar hubungan Presiden Jokowi dengan PDI Perjuangan.

Di antaranya yang santer beredar di medsos, persoalan diduga karena perseteruan dua orang ibu yang sakit hati. Ada pula yang menduga karena Jokowi sering merasa “disepelekan” oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputra dan lainnya.

Namun semua informasi itu tampaknya hanya spekulasi dari berbagai kalangan saja dan buan merupakan informasi atau analisis valid.

Baca Juga: KPU: Tetap Ada Kampanye Meode Debat Capres-cawapres

Baru akar masalah terkuak ketika politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengungkapnya.

Menurutnya, asal muasal persoalan Presiden Joko Widodo dengan PDI-P diduga disebabkan oleh hal sederhana, yakni karena PDI Perjuangan tidak mengabulkan permintaan Jokowi untuk memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden menjadi tiga periode dan menambah masa jabatan.

"Nah, ketika kemudian ada permintaan tiga periode, kita tolak. Ini masalah konstitusi, ini masalah bangsa, ini masalah rakyat, yang harus kita tidak bisa setujui,” kata Adian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/10/2023).

Baca Juga: BRIN Temukan Oreophryne Riyantoi, Katak Jenis Baru Endemik Sulawesi

Menurut Adian, PDI-P menolak permintaan tersebut karena tidak ingin mengkhianati konstitusi.

“Kemudian, ada pihak yang marah ya terserah mereka. Yang jelas kita bertahan untuk menjaga konstitusi. Menjaga konstitusi adalah menjaga republik ini. Menjaga konstitusi adalah menjaga bangsa dan rakyat kita,” ujar Adian.

Ia juga menegaskan bahwa PDI-P ingin menjaga konstitusi karena terkait dengan keselamatan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia.

 “Kalau ada yang marah karena kita menolak penambahan masa jabatan tiga periode atau perpanjangan, bukan karena apa-apa, itu urusan masing-masing. Tetapi memang untuk menjaga konstitusi. Sederhana aja,” katanya lagi.

Baca Juga: Manggala Agni KLHK Terapkan Sistem Injeksi Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Rawa Kucing

Sejauh ini Adian mengaku tidak antipati dengan Jokowi. Hanya saja ia menyesalkan perubahan Jokowi yang begitu cepat terhadap PDI-P.

Padahal, menurutnya, partai banteng moncong putih itu sudah memberi segalanya untuk Jokowi dan keluarganya mulai dari menjadi Wali Kota Surakarta dua periode, Gubernur DKI Jakarta dan presiden dua kali.

“Ada sejarah begini, dulu ada yang datang minta jadi wali kota dapat rekomendasi, minta rekomendasi, dikasih. Minta lagi dapat rekomendasi, dikasih lagi. Lalu, minta jadi gubernur, minta rekomendasi dikasih lagi. Lalu, minta jadi calon presiden, minta rekomendasi dikasih lagi. Kedua kali dikasih lagi. Lalu, ada lagi minta untuk anaknya dikasih lagi. Lalu, ada diminta untuk menantu lalu dikasih lagi. Banyak benar, " ujar Anggota Komisi VII DPR ini.

Melihat semua itu, Adian kini mengaku sama sekali tidak peduli pada Jokowi beserta keluarganya. Sebab, mereka disebut berpaling dari PDI Perjuangan

Baca Juga: MKMK Bakal Mulai Bersidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Kamis

Dikatakan, saat ini PDI-P hanya memikirkan bagaimana memenangkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai bakal pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Ia mengaku bahwa status Gibran di PDI-P akan diserahkan pada DPP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Tugas saya menggalang suara, menggalang kekuatan untuk memenangkan Ganjar. Bagaimana Gibran tidak saya pikirkan. Bagaimana Jokowi enggak saya pikirkan. Yang saya pikirkan adalah bagaimana menambah suara satu, satu, satu terus setiap hari untuk Ganjar,” ujar Adian.

Baca Juga: KPU RI Terima Pendaftaran Prabowo-Gibran dan Nyatakan lengkap

Sebagai informasi, belakangan hubungan Jokowi dan keluarganya dengan PDI Perjuangan disebut-sebut merenggang. Di antaranya karena Gibran Rakabuming Raka menjadi bakal cawapres Prabowo Subianto, yang bukan didukung oleh PDI Perjuangan yang mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. (*)


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh