X

TERKINI Gunung Bromo Berstatus Waspada, Wisatawan Dilarang Masuk Areal Kawah

24 Oktober 2023 12:25 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (24/10/2023) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan Level II Waspada untuk tempat wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, Selasa (23/10/2023), wisatawan dilarang mendekat ke kawah.

Dikatakan Gunungapi Bromo (G. Bromo) merupakan gunungapi kerucut cinder yang berada dalam kaldera Tengger dengan ketinggian mencapai 2329 mdpl. 

Secara administratif gunungapi ini termasuk  dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Gunung Bromo Berstatus Waspada, Wisatawan Dilarang Masuk Areal Kawah

Karakter erupsi G. Bromo berupa erupsi eksplosif dan efusif dari kawah pusat. Erupsi tersebut mengeluarkan abu, pasir, lapilli, dan terkadang melontarkan bongkah lava dan bom vulkanik.

Erupsi terakhir terjadi pada bulan Juli 2019 berupa erupsi eksplosif yang tanpa didahului oleh peningkatan kegempaan yang signifikan.

Aktivitas kawah G.Bromo dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Bromo yang berada di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: BMKG: 11 Provinsi Sudah Masuk Musim Hujan

Tingkat aktivitas G. Bromo pada saat ini adalah Level II (Waspada).

Perkembangan terakhir aktivitas G. Bromo hingga tanggal 23 Oktober 2023 pukul 08.00 WIB adalah  sebagai berikut :

Asap kawah teramati berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi mencapai maksimum 700 meter di atas puncak.

Suara gemuruh dari dalam kawah terdengar sedang. Pengamatan visual pada malam hari tanggal 21 Oktober 2023 menunjukkan masih adanya sinar api dari beberapa lokasi di dasar kawah yang sudah teramati sejak 3 Februari 2023.

Baca Juga: Kepala Kantah Sumedang Serahkan Sertipikat Tanah Wakaf Kepada PCNU pada Hari Santri Nasional

Warna hembusan gas dari arah kawah menunjukkan bahwa saat ini aktivitas didominasi oleh pelepasan gas, tidak ada material abu yang terbawa ke permukaan.

 

Pengukuran gas di bibir kawah dengan detektor gas pada tanggal 22 Oktober 2023 menunjukkan konsentrasi gas SO2 maksimum 4.3 ppm dan gas H2S maksimum 1.7 ppm.

Bau gas belerang tercium sedang hingga kuat di bibir kawah. Nilai konsentrasi gas SO2 ini relatif tinggi dan diatas nilai ambang batas yang dapat ditoleransi oleh manusia yaitu 2 ppm.

Kegempaan G. Bromo saat ini masih didominasi oleh gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimum 1 mm, menunjukkan adanya suplai fluida (gas, cairan, padatan batuan) ke kedalaman yang lebih dangkal atau berasosiasi dengan aktivitas emisi gas ke permukaan.

Baca Juga: Kepala Kantah Sumedang Serahkan Sertipikat Tanah Wakaf Kepada PCNU pada Hari Santri Nasional

Pengukuran deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan terjadinya penggembungan tubuh gunung api (inflasi) sejak Mei 2023 sebesar 40 mikroradian pada sumbu Tangensial (tegak lurus kawah) dan 50 mikroradian pada sumbu Radial (mengarah ke kawah).

Pengamatan dengan satelit menunjukkan adanya anomali panas dan peningkatan radiasi suhu Kawah Bromo sejak Mei 2023.

Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan akibat meningkatnya aktivitas kawah G. Bromo adalah terjadinya erupsi freatik ataupun magmatik menghasilkan material erupsi berupa abu dan lontaran batu (pijar) yang sebarannya dapat mencapai radius 1 km dari pusat kawah, serta potensi bahaya dari gas-gas vulkanik yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca Juga: Atasi Kekurangan 6 Juta Sambungan, Presiden Setujui Pembentukan Inpres Terkait Air Minum

Berdasarkan hasil evaluasi visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya nya, maka tingkat aktivitas G. Bromo pada tanggal 23 Oktober 2023 pukul 08.00 WIB dinilai masih pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi, sebagai berikut :

Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/pendaki agar tidak memasuki areal kawah dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo, untuk menghindari terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba - tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas, serta untuk menghindari bahaya gas-gas vulkanik.

Pemerintah Daerah, BPBD di Kabupaten senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Bromo di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat).

Masyarakat dapat memantau Informasi perkembangan aktivitas vulkanik Bromo dan gunung api lainnya di Indonesia melalui aplikasi Magma Indonesia atau pada website magma.esdm.go.id

Tingkat aktivitas G. Bromo dapat dievaluasi kembali jika terdapat perubahan aktivitas secara visual dan instrumental yang signifikan.(*)

 


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh