TERKINI Whoosh Kembali Disorot, Diduga Terlibat Kasus Korupsi
DKYLB.com, selasa (28/10/2025)- Nama Whoosh kembali mencuat ke permukaan. Bukan karena prestasi kecepatannya, melainkan dugaan kasus korupsi yang tengah menyelimuti proyek kereta cepat ini. Publik pun kembali menyoroti bagaimana pengelolaan dana dan pelaksanaan proyek transportasi terbesar di Indonesia tersebut dijalankan.
Proyek Whoosh, yang diresmikan pada tahun 2023 lalu,
semula digadang-gadang sebagai simbol kemajuan infrastruktur dan kolaborasi
antara Indonesia dan Tiongkok. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, muncul
kabar adanya penyimpangan anggaran yang diduga melibatkan sejumlah pejabat dan
pihak kontraktor. Informasi ini memicu reaksi keras dari masyarakat yang
menuntut adanya penyelidikan menyeluruh.
Kompas.com menyatakan bahwa otal utang kereta cepat
Jakarta–Bandung mencapai sekitar 7,27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 120,38
triliun (kurs Rp 16.500 per dollar AS). Dari total itu, 75 persen proyek kereta
cepat dibiayai melalui pinjaman China Development Bank (CDB) dengan bunga dua
persen per tahun dan tenor 40 tahun. Namun, proyek ini mengalami pembengkakan
biaya (cost overrun) sebesar 1,2 miliar dollar AS, yang akhirnya menambah utang
baru dengan bunga di atas tiga persen per tahun.
untuk saat ini suara.com mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status
kasus dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh ke tahap
penyelidikan. Langkah ini diambil menyusul tudingan adanya penggelembungan
anggaran atau mark-up yang sebelumnya dilontarkan oleh mantan
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam),
Mahfud MD. sebenarnya Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa penyelidikan sudah dilakukan
dari awal tahun 2025, karena prosesnya yang cukup lama dan tertutup.
Untuk saat ini pun KPK belum sepenuhnya terbuka kepada publik. Menurut republika, KPK menegaskan tahapan penyelidikan memang bersifat rahasia. Sehingga materi pokoknya belum dapat diinformasikan kepada Masyarakat.
YUNI PARLITA
Sumber ; kompas.kom, republika, suara.com

