PEMILU DAN PILPRES Prabowo Subianto dan Timses Gagal Pancing Emosi Anies Baswedan Meski Banyak Mengumpat dan Memaki di Belakang Arena Debat Malah Makin Pamer Arogansi
DKYLB.com, Sabtu (13/1/2024) - Prabowo Subianto masih pamer kekuasaan di belakang panggung debat dengan mengumbar kata-kata makian dan umpatan kepada Anies Baswedan yang menjadi pesaingnya di Pilpres 2024.
Prabowo Subianto di panggung debat juga secara terbuka menyerang Anies Baswedan saat dirinya terpojok karena tidak bisa menjawab pertanyaan.
Baca Juga: Anies baswedan Dapat Ancaman Penembakan di Medsos, Polri Lakukan Proses Pendalaman
Situasi ini tentu dianggap merugikan Prabowo yang mendapatkan tren negatif karena perilakunya.
Meski demikian, sejumlah lembaga survei yang sebenarnya hanya timses Prabowo malah memberikan keunggulan di survei abal-abal tersebut untuk Prabowo meraih suara terbanyak.
Capres nomor urut 1, Anies Baswedan menanggapi ucapan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.
Baru-baru ini di depan pendukung dia mengumpat Anies dengan kata-kata kasar dan mengibaratkan sebagai hewan peliharaan.
Selain berupaya melecehkan Anies dan memfitnahnya, Prabowo juga tidak ragu mengumbar banyak ucapan tidak pantas
Dia terus mengumbar amarah dan Angkara murka karena merasa berkuasa.
Prabowo merasa bisa melakukan apa saja seperti terbukti dilakukan di masa Orde Baru.
Di mana sesuai hasil Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang diumumkan Agum Gumelar dan diungkap antara lain oleh aktivis dan politisi Adian Napitupulu.
Prabowo Subianto adalah pelaku penculikan dan pelanggaran HAM berat, sehingga dicopot dari posisi dia saat itu sebagai Panglima Kostrad.
Sumber DKYLB juga menjelaskan, yang membebaskan sejumlah aktivis yang tidak tewas sebenarnya karena perintah BJ Habibie.
"Mereka diselamatkan dan dibebaskan karena perintah BJ Habibie," kata seorang sumber terpercaya di Jakarta.
Jika tidak dibebaskan, mereka dapat dipastikan juga lenyap seperti sejumlah korban lainnya.
Sejumlah korban penculikan yang berhasil selamat di antaranya Andi Arief, Budiman Sudjatmiko, Pius Lustrilanang, dan sejumlah nama lainnya.
Prabowo juga menghujat Anies dengan menyampaikan peribahasa ‘air susu dibalas air tuba’ saat acara konsolidasi di Bangka Belitung, pada Kamis (11/1/2024).
"Ada kawan saya mengatakan, memang benar kadang-kadang pepatah nenek moyang kita banyak benarnya."
"Hati-hati, dalamnya laut bisa kita ukur, dalamnya hati seorang belum tentu bisa kita ukur."
"Ada juga nasihat nenek moyang kita, hati-hati, kadang-kadang air susu dibalas dengan air tuba," ujar Prabowo, Kamis (11/1/2024).
Anies mengatakan bahwa hal tersebut seharusnya disampaikan ketika debat capres, bukan di forum lain.
“Harusnya, itu semua disampaikan pada saat debat, forumnya di situ,” ujar Anies ditemui di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Jumat (12/1/2024), saat menanggapi fitnah dan ujaran kebencian oleh Prabowo dan para pemujanya.
Meski sudah dihujat sedemikian rupa sejak lama, Prabowo dan pendukung mereka gagal untuk memancing emosi dan kemarahan Anies serta pendukung mereka.
Baca Juga: Anthony Budiawan Ungkap Baliho Tidak Laku di Padang Meski Tampil Sangat Mewah dan Megah
Prabowo memang sulit menahan emosi dan lebih banyak melakukan tindakan emosional tanpa berpikir panjang.
Prabowo mengatakan peribahasa ‘air susu dibalas air tuba’ saat berkampanye di Bangka Belitung.
Di masa Orba, dia dan pasukannya seperti disampaikan dari hasil pengusutan oleh DKP yang diungkap oleh Agum Gumelar menjelaskan bahwa Prabowo sering di luar kendali.
Dia melakukan banyak kegiatan yang mengerikan termasuk penculikan dan pelanggaran HAM berat.
Hal itu menjadikan dia docopot dari jabatannya dan pernah menjadi warga negara Jordania.
Makanya, saat hal itu ditanyakan oleh Ganjar Pranowo di Debat Pilpres pertama 2024, Prabowo malah tidak bisa menahan amarahnya.
Ganjar Pranowo bahkan bertanya di mana lokasi kuburan 13 aktivis yang hilang di masa penculikan itu dilakukan.
Sejumlah aktivis dan tokoh yang lenyap di antaranya Wiji Tukul dan Deni Hamdun, yang dikenal sebagai suami Eva Arnaz.

