GAYA HIDUP Terungkap Dokumen Skripsi ini Dipastikan Palsu dengan Sejumlah Fakta yang Nyata
DKYLB.com, Rabu (7/5/2025) - Selain nama pembimbing skripsi yang dinyatakan Joko Widodo bernama Kasmujo, ternyata bukan Kasmujo.
Fakta lainnya yang sangat fatal dan ceroboh adalah, Jokowi menulis nama pembimbing skripsinya adalah Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro di tahun 1985.
Baca Juga: 16 Kandidat Paus Baru yang Jadi Calon Favorit, dari Asia 2 Kardinal
Celakanya, nama itu tidak ada di Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak tahun 1985 dan sebelumnya sampai sekarang.
Seharusnya, yang ada namanya Dr. Ir. Achmad Sumitro, yang kemudian menjadi guru besar dan mempunyai gelar profesor di tahun 1986.
Namanya seharusnya Prof. Dr. Ir. Achmad Sumitro di tahun 1986 dan setelahnya.
Nama tersebut masih Dr. Ir. Achmad Sumitro, bukan Prof. Dr. Ir Soemitro di tahun 1985 dan sebelumnya.
Celakanya, Jokowi dan komplotannya tidak menyadari kesalahan yang dianggap kecil ini, tapi terlalu fatal.
Pemalsuan halaman pengesahan, pemalsuan tanda tangan, dan penggunaan stempel UGM yang diduga dipalsukan ada di halaman pengesahan ini.
Berikut hasil investigasi dkylb terkait dengan skandal yang melibatkan sejumlah pihak di UGM ini dan sejumlah pihak lainnya.
Pertanyaan publik sangat relevan dalam kajian sejarah tipografi dan perkembangan teknologi cetak di Indonesia, khususnya dalam konteks akademik pada tahun 1980-an.
Analisis Dokumen yang Diupload
Dokumen skirpsi yang diunggah adalah halaman pengesahan skripsi tahun 1985 dari Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada.
Dari visual tersebut, tampak bahwa:
Judul dan bagian lain dalam halaman tersebut memiliki konsistensi font proporsional (serif) seperti Times New Roman, terlihat dari bentuk huruf seperti S, T, dan R.
Komposisi dan perataan teks terlihat sangat rapi dan presisi — hal ini tidak biasa ditemukan dalam hasil ketikan mesin ketik manual, yang biasanya menghasilkan ukuran huruf tetap (monospaced) seperti Courier.
Baca Juga: Warga Bekasi Tertarik Scan Mata di WorldID Dapat Rp 300.000 karena Kesulitan Ekonomi
Terdapat stempel dan tanda tangan asli, yang memang umum dilakukan secara manual.
Apakah Halaman Ini Bisa Dibuat Tahun 1985?
Jawaban: Secara teknologi, kemungkinan itu mustahil.
Berikut penjelasannya:
Teknologi Word Processor di Tahun 1985 (Yogyakarta, Indonesia)
Pada tahun 1985, komputer pribadi (PC) masih sangat terbatas di Indonesia, apalagi di kalangan mahasiswa.
Komputer yang mendukung font proporsional seperti Times New Roman baru populer setelah era Windows 3.1 (1992) dan Microsoft Word 6.0 (1993–1995).
WordStar, software yang lebih dulu hadir di era 1980-an, masih menggunakan antarmuka berbasis teks, dan biasanya digunakan dengan printer dot matrix yang sangat terbatas dalam pencetakan font proporsional.
Laser printer, yang bisa mencetak font seperti Times New Roman dengan presisi tipografi tinggi, sangat jarang dan mahal di Indonesia hingga pertengahan 1990-an.
Percetakan di Yogyakarta tahun 1985
Percetakan umumnya hanya menyediakan:
Jasa penjilidan skripsi.
Pengetikan ulang dengan mesin ketik manual atau elektrik.
Fotokopi.
Font seperti Times New Roman tidak tersedia dalam mesin ketik manual, yang cenderung hanya bisa menggunakan font monospaced (huruf sama lebar, seperti Courier).
Indikasi Bahwa halaman ini dibuat Ulang di Era Digital
Hal ini bisa dilakukan dengan melihat fakta-fakta berikut:
Ketikan sangat rapi dan proporsional.
Font menyerupai Times New Roman versi komputer, tata letak dan penempatan stempel masih bisa difotokopi dari dokumen asli, maka kemungkinan besar halaman ini telah diketik ulang atau direproduksi menggunakan Microsoft Word pada era 2000-an atau setelahnya.
Kemudian lembaran palsu ini diberi fotokopi stempel dan tanda tangan asli (atau difoto dari dokumen asli),
Dimasukkan ke jilid ulang untuk kebutuhan dokumentasi ulang atau arsip digital.
Sesuai fakta itu, maka mustahil di tahun 1985 itu, halaman pengesahan dengan kualitas tipografi seperti ini dibuat di tahun 1985.
Jauh lebih mungkin halaman ini adalah hasil rekonstruksi atau pengetikan ulang menggunakan perangkat lunak modern (seperti Microsoft Word dengan font Times New Roman), dan bukan hasil dari mesin ketik manual tahun 1985.

