X

GAYA HIDUP Menbud Sambut Baik Komitmen Penyerahan Koleksi Lampu Antik Untuk Menjaga Memori Kolektif Bangsa kala menghadiri Penghargaan MURI

25 Maret 2025 11:45 | Oleh Tim DKYLB 01

DKYLB.com, Selasa (25/3/2025) Jakarta- Sejumlah pihak menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Mereka adalah dr. FX. Hanny Suwandhi dan Han Kumaheri didaulat oleh MURI sebagai Penulis Buku Pertama di Indonesia dan Dunia Internasional (50 Tahun Terakhir).

Baca Juga: Ini cara akhiri polemik ijazah palsu skripsi palsu di tahun 1985 cukup membuktikan siapa pemalsu skripsi dan ijazah apakah Jokowi atau selain dia?

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan pada hari ini, bertempat di kediaman Dr. Hanny Suwandhi, Simprug, Jakarta Selatan.

Menteri Kebudayaan, Dr Fadli Zon, M.Sc. dalam sambutannya mengungkapkan, sangat jarang orang yang mengoleksi lampu antik.

Menurutnya lampu antik pada era tertentu merupakan hal yang sangat spesifik.

"Jadi, luar biasa Pak Hanny ketekunannya untuk mengoleksi lampu dari masa ke masa atau terutama pada zaman Barok, dengan Hindia Belanda dan kemudian dibukukan."

"Saya sudah lihat bukunya."

"Ini sebuah usaha yang menurut saya memang lahir dari sebuah passion," katanya.

Pada tamu yang hadir antara lain Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Pendiri MURI, Jaya Suprana; serta sejumlah relasi dan kerabat yang hadir.

Dalam kesempatan ini, dr. FX. Hanny Suwandhi menceritakan, ihwal penulisan buku yang dirinya dan Han Kumaheri, adalah dari kecintaannya terhadap lampu-lampu kuno, khususnya lampu dari zaman Barok yang memasuki Indonesia pada era penjajahan Belanda.

Selanjutnya dr. FX. Hanny Suwandhi memberikan gambaran secara singkat kepada tamu yang hadir mengenai ragam jenis lampu yang dikoleksi olehnya.

"Melalui acara ini, saya juga sekaligus ingin menyampaikan kepada Menteri Kebudayaan bahwa akan menyerahkan sebagian koleksi yang saya miliki kepada negara agar koleksi-koleksi ini dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya," katanya.

Baca Juga: Eksklusif semakin terungkap skandal pemalsuan dokumen Joko Widodo di UGM lengkap dengan bukti forensik

Fadli Zon pun mengapresiasi keinginan dr. FX. Hanny Suwandhi, beberapa waktu yang lalu mengatakan akan ikut menyumbangkan sejumlah koleksi lampu beliau untuk Museum Nasional Indonesia.

Beliau sangat berterima kasih dan telah menyiapkan tempat di salah satu ruangan di Museum Nasional Indonesia. 

"Jadi harapannya nanti ada lampu-lampu klasik yang ada di ruangan (Museum Nasional Indonesia)."

"Sebagian ditempatkan supaya ada variasi, bahwa koleksi lampu-lampu antik itu juga bisa dinikmati oleh masyarakat luas."

"Terima kasih Pak Hanny, saya sampaikan atas nama pemerintah dan atas nama Kementerian kebudayaan," katanya. 

"Sekaligus, saya menyampaikan selamat atas penganugerahan Rekor MURI."

"Pak Jaya ini luar biasa, memberikan banyak inspirasi bagi orang Indonesia untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, dan terpacu untuk menciptakan sesuatu yang baru," kata Menbud yang disambut meriah oleh para hadirin.

Baca Juga: BEM UNNES Diduga Mendapatkan Kekerasan Dalam Aksi Demo

Sementara itu, Pendiri MURI, Jaya Suprana, menyerahkan piagam penghargaan dan sekaligus memberikan medali kepada dr. FX. Hanny Suwandhi sebagai Penulis Buku Pertama di Indonesia dan Dunia Internasional (50 Tahun Terakhir).

Pada kesempatan tersebut Jaya Suprana menyampaikan jika momentum seperti penyerahan koleksi kepada negara dan bentuk apresiasi dari negara, merupakan salah satu perwujudan harapan yang dijembatani oleh MURI.

Kegiatan diakhiri dengan acara buka puasa bersama yang disambung dengan pembicaraan antara pihak Kementerian Kebudayaan yang diwakili oleh Kepala Museum dan Cagar Budaya, Abi Kusno, dan pihak dr. FX. Hanny Suwandhi, mengenai rencana penyerahan sebagian koleksi lampu antik.

Rencananya, koleksi itu akan ditempatkan di Museum Nasional Indonesia.

Menurut Fadli Zon, hal itu senada dengan zaman, karena Museum Nasional Indonesia juga dibangun saat masa Belanda.

 

 

 

 


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh