TERKINI BEM UNNES Diduga Mendapatkan Kekerasan Dalam Aksi Demo
DKYLKB.com, Jakarta (25/03/2025) - Kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa Unnes dalam aksi demo menolak UU TNI masih menjadi polemik.
Ketua BEM Unnes, Kuat Nursiam, mengaku mengalami tindak kekerasan oleh aparat, sementara pihak kepolisian membantah tuduhan tersebut. Mahasiswa berencana membawa kasus ini ke Komnas HAM, sementara kepolisian meminta adanya laporan resmi jika memang terjadi tindak kekerasan.
Situasi ini menunjukkan perlunya transparansi dan penyelidikan lebih lanjut agar kejelasan dapat terungkap dan keadilan ditegakkan bagi semua pihak.
Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @kuatnursiam_, Kuat tampak memberikan pernyataan dengan kondisi pelipisnya diperban. Ia juga membagikan foto-foto yang menunjukkan luka di pelipisnya yang berdarah.
"Sopir itu diseret, ditendang, dipukul. Bahkan Kapolrestabes Semarang ikut turun dan mengintimidasi sopir. Setelah sopir, baru soundman yang diamankan, lalu saya dan korlap," ujar Kuat.
Ia mengklaim bahwa dirinya ditarik secara paksa dari atas mobil komando, dicekik, lalu jatuh ke tanah sebelum ditendang hingga mengalami luka pada pelipisnya.
Buntut dari kejadian ini, Kuat dan sejumlah mahasiswa berencana mendata korban kekerasan dalam aksi tersebut. Mereka berencana membawa laporan ke Komnas HAM pada Senin atau Selasa mendatang.
Namun menurut Kapolrestabes Semarang, Kombes M Syahduddi, membantah bahwa anggotanya melakukan kekerasan terhadap mahasiswa. Menurutnya, aparat hanya berusaha menghalau demonstran agar tidak masuk ke kompleks DPRD Jateng.
"Kita hanya menjaga mahasiswa untuk tidak masuk ke kantor dewan. Mereka memaksa masuk, kita hanya bertahan dan berupaya mendorong mereka keluar pagar. Tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh anggota kami," ujar Syahduddi.
Ia juga menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak melakukan sweeping atau mencari peserta aksi hingga ke kampus. Menurutnya, kepolisian hanya mengamankan empat orang yang diduga sebagai provokator.

