GAYA HIDUP Kocak Habis Baru Sekali Menang Over Selebrasi Padahal Arsenal Turun Posisi dan Bisa Merosot Jadi Posisi Empat atau Lima Bahkan Keluar dari Enam Besar
DKYLB.com, Rabu (7/2/2024) - Arsenal gagal di FA Cup karena dibantai Liverpool di Emirates.
Arsenal juga tersingkir dari Piala Liga Inggris, jadi Arsenal merayakan posisi tiga yang diraihnya, pekan ini.
Bahkan posisi Arsenal di empat besar juga belum aman bahkan Manchester United bisa merebut posisi empat dan Arsenal terlempar dari empat besar.
Apalagi ini baru pekan ke 23 di kancah Premier League yang masih sangat panjang perjalanannya, sehingga segala kemungkinan bisa terjadi termasuk tersingkirnya Arsenal dari empat besar.
Perayaan berlebihan itu dilakukan oleh Mikel Arteta padahal timnya sedang terancam digeser Manchester City, yang menyisakan dua pertandingan sebelum menaklukkan Brentford.
Mereka bisa tersingkir bahkan saat Manchester City masih menyisakan satu pertandingan karena selisih angka yang signifikan.
Apalagi gol memasukkan dan gol kemasukan masih tertinggal dari Liverpool dan Manchester City.
Bahkan jika perolehan angka sama, posisi Arsenal tetap di posisi bawah dari dua tim calon juara, Manchester City dan Liverpool.
Jadi Arsenal dan pendukung mereka ini sedang merayakan apa?
Jose Mourinho saja memastikan title race musim ini hanya diikuti oleh Liverpool dan Manchester City
Kedua tim ini masing-masing menduduki posisi satu dan dua.
Mereka diprediksi akan saling bantai untuk bisa memperbaiki posisi sampai akhir musim.
Manchester City masih menyisakan satu pertandingan, tapi sudah melewati Arsenal.
Mereka akan melewati sejumlah partai berat termasuk untuk melawan Arsenal, Manchester United, Liverpool, Chelsea, Tottenham, dan Aston Villa di paruh kedua musim ini.
Bukan partai mudah, tapi Mou memastikan, hanya Manchester City dan Liverpool yang bisa berlomba sampai akhir musim.
"Arsenal? Ya mustahil!" kata Mou.
Meski demikian, Arsenal merayakan posisinya yang merosot di posisi tiga dan merayakan tersingkir dari Carabao Cup dan FA Cup.
Keputusan perayaan berlebihan Arsenal tercapai setelah kritik pedas dari banyak kalangan termasuk pundit, Jamie Carragher.
Situasi itu juga berdampak pada posisi Arsenal di posisi tiga, bukan posisi teratas dan sangat sulit menyalip dua tim di atasnya.
Perdebatan besar langsung mengemuka.
Para pemain Arsenal mendapat kritik atas cara mereka merayakan kemenangan hari Minggu atas Liverpool, mereka bertindak terlalu jauh.
Polisi keamanan mulai bertugas setelah kemenangan Arsenal atas Liverpool dan mereka mencatat nama-nama pelaku pelanggaran selebrasi berlebihan.
Gary Neville, Jamie Carragher, dan Richard Keys termasuk di antara mereka yang mengeklaim bahwa The Gunners mungkin berlebihan setelah sukses 3-1 atas pemimpin liga.
Dengan kelakuan Mikel Arteta berlari di pinggir lapangan seperti orang kesurupan, Martin Odegaard meminjam kamera fotografer, dan Stadion Emirates mewakili sesuatu yang mirip dengan Popworld pada waktu penutupan.
Padahal, Arsenal sedang tidak mendapat satu pun piala di musim ini, apa mereka sudah sakit jiwa akut?
Tapi, apakah ada orang yang begitu peduli dengan ulah mereka yang over selebrasi?
Haruskah Anda diizinkan merayakannya sesuka Anda?
Atau apakah The Gunners melampaui batas?
Sejumlah pendapat tim Mirror Football bisa disimak.
Di pertandingan lain, Matheus Cunha mencetak hattrick, saat Wolves bangkit dari ketertinggalan untuk mengejutkan Chelsea dan menggantikan The Blues di paruh atas tabel Liga Premier.
Cole Palmer memberi tuan rumah Mauricio Pochettino keunggulan pada menit ke-19, ketika ia dengan tenang melewati Jose Sa menyusul umpan membelah pertahanan Moises Caicedo.
Namun, mereka tetap tersungkur di tangan Wolves dengan sekor 2-4.
Sebuah kenyataan sangat menyakitkan untuk The Blues.
Pernyataan bahwa Arsenal 'berlebihan' dianggap fans tidak tepat karena itu adalah kemenangan besar bagi The Gunners, yang tersingkir dari perburuan gelar tanpa tiga poin berharga itu.
Mereka mempunyai hak untuk merayakannya sesuka mereka, terutama di depan penggemar mereka sendiri.
Jika yang terjadi adalah Liverpool yang merayakan kemenangan di Anfield, dan merasa tidak akan ada kritik yang sama padahal Arsenal di tempat sama baru saja dibantai Liverpool dengan tim remaja mereka.
Liverpool memang selalu natural saat merayakan kemenangan bersama fan dan itu memang selalu terjadi karena Liverpool memang sangat dicintai fan.
Momen Odegaard bersama fotografer adalah salah satu momen yang menandakan betapa dekatnya The Gunners dengan penggemar dan staf mereka.
Perayaan yang sangat konyol.
Di saat para pemain semakin dikritik karena dianggap sebagai 'robot', itu adalah momen yang sangat konyol.
Tuduhan yang dilontarkan kepada Arteta juga banyak diungkap bahkan membuat Arsenal tampak seperti badut.
Mike Walters:
Anda tidak bisa mendapatkan keduanya.
Merayakan kemenangan penting bukanlah hal yang ilegal dan jika Anda menghilang begitu saja, orang pertama yang mengeluh adalah para penggemar.
Apa yang dilakukan Jurgen Klopp setiap pekan di Anfield?
Dia menghampiri Kop, memukuli dadanya seperti biksu Opus Dei yang mencela diri sendiri dalam Da Vinci Code dan memberinya sebuah pukulan ke dadanya yang memang pantas dilakukan.
Apa yang dilakukan Eddie Howe di Newcastle saat mereka menang?
Dia mengadakan putaran kehormatan dan mengajak seluruh tim melakukan perjalanan yang setara dengan Royal Walkabout.
Selanjutnya, dia berhenti mencium bayi.
Sangat aneh pembenaran yang diucapkan Mike ini.
Sepak bola adalah permainan gairah dan emosi.
Dari manajer Sunderland, Bob Stokoe berlari melintasi Wembley dengan jas hujan dan trilby crown-topper untuk memeluk kiper Jim Montgomery di final Piala FA 1973.
Hingga euforia tak terkendali Sir Alex Ferguson dan asisten Brian Kidd setelah comeback dua gol di waktu tambahan melawan Sheffield Wednesday pada perebutan gelar 31 tahun yang lalu, perayaan mendefinisikan permainan tersebut.
Meski demikian perayaan Arsenal memang dianggap sebagai pagelaran lawak abad ini.
Apakah Arsenal berlebihan?
Mereka pernah ke sini sebelumnya, Liverpool merobek Arsenal tanpa belas kasihan.
Sepertinya saya ingat selfie grup di ruang ganti setelah kemenangan 2-1 melawan Leicester pada tahun 2016 yang tampaknya akan menguntungkan mereka dalam perebutan gelar, tapi The Foxes yang tertawa terakhir.
Perayaan sebelum waktunya memang akan selalu berakhir dengan penyesalan dan Arteta belum memenangkan sebuah piala, jadi memang sangat konyol.
Bek, Leicester Robert Huth bahkan mengungkapkan bahwa foto ucapan selamat kepada diri sendiri menginspirasi 5.000-1 no-hopers untuk menyelesaikan dongeng mereka sebagai juara di musim itu.
John Cross:
Polisi selebrasi perlu mengeluarkan surat perintah penangkapan mereka sendiri.
Ada lebih banyak inkonsistensi dalam laporan mereka dibandingkan tinjauan VAR di akhir pekan.
Apakah Arsenal melakukan selebrasi berlebihan?
Pertandingan melawan Liverpool adalah penentu musim Arsenal.
Jika mereka kalah, maka permainan akan berakhir.
Nyata sekali konyol karena Arsenal hanya menempati posisi tiga.
Mikel Arteta berlari ke tepi lapangan.
Entah apa yang dilakukan Martin Odegaard dengan kamera di tangannya.
Aku akan memberitahumu apa yang memalukan.
Kembali ke masa ketika Wojciech Szczesny menyelundupkan ponsel kameranya ke bangku cadangan, sehingga dia bisa mengambil foto selfie setelah kemenangan Arsenal di Tottenham pada tahun 2014.
Mereka berjuang untuk posisi keempat.
Atau para pemain Newcastle mengantri untuk mendapatkan gambaran tim secara utuh setelah mereka menang di Sunderland di Piala FA bulan lalu.
Persepsi saya adalah bahwa Jurgen Klopp akan bersemangat setelah setiap kemenangan di Anfield.
Mengapa tidak?
Kita membutuhkan kesenangan dan kegembiraan di dunia yang terlalu menyedihkan ini.
Masalahnya tampaknya sederhana.
Kami membangun game-game ini sebagai blockbuster - dan kemudian tidak suka jika tim pemenang merayakannya secara berlebihan apalagi Arsenal belum memenangkan piala.
Terlalu konyol.
Jamie Carragher mengecam Arsenal karena melakukan selebrasi berlebihan karena faktanya Arsenal ada jauh di bawah Liverpool dan baru saja disalip Manchester City.
Arsenal diyakini akan kembali ditaklukkan sejumlah tim di Premier League termasuk dibantai Tottenham Hotspur dan Aston Villa yang sedang mengejar posisi tiga dan empat.
Sungguh takabur Arteta dan Arsenal, sehingga mereka memang tampak sangat konyol.

