X

GAYA HIDUP Liverpool Melawan Semua Rival di Sisa Musim Demi Mempersembahkan Sejumlah Piala untuk Juergen Klopp sebagai Kado Perpisahan Manis di Akhir Musim

01 Februari 2024 10:31 | Oleh GM Soekowati

 

DKYLB.com, Jumat (1/2/2024) - Sisa musim ini menjadikan Liverpool dan Manchester City bertarung sampai akhir musim.

Arsenal menguntit peluang di posisi ketiga meski mereka harus bisa membuktikan bisa bersaing melawan Liverpool di akhir pekan, saat menjamu mereka di Emirates Stadium.

Baca Juga: Alumni UGM Ungkap I Do Not Trust Him Anymore untuk Jokowi yang Jadi Diskusi Terbuka di Seluruh Dunia Terungkap Ini Aslinya Jokowi

Persaingan ke tangga juara yang sangat berat sebagai musim terakhir Juergen Klopp menukangi Liverpool telah membuat mereka harus bisa melangkah lebih tinggi.

Mereka masih menatap empat piala di Liga Inggris, FA Cup, Carabao Cup, dan Europa League.

Musim terbaik Juergen Klopp di akhir masa jabatannya karena resmi meletakkan jabatannya di akhir musim ini.

Pelatih Jerman itu resmi meninggalkan Anfield di musim ini dan akan istirahat selama setahun sebelum dia memutuskan akan melatih lagi atau pensiun dari hingar bingar sepak bola yang membesarkan namanya.

Juergen Klopp sudah bulat menghentikan karier kepelatihan dia di Liga Inggris karena sudah kelelahan.

Juergen Klopp menjadi satu-satunya pelatih yang konsisten melawan dominasi Pep Guardiola yang nyaris selalu memenangkan piala di Liga Inggris.

Meski demikian, penampilan Liverpool yang selalu konsisten di setiap musim menjadikan pelatih asal Spanyol itu mendapatkan lawan tangguh.

Meski demikian, Juergen Klopp selalu tampil biasa dan tidak arogan selama karier kepelatihannya dan lebih suka menjadi the normal one.

Baca Juga: Gibran yang Minim Etika Jadi Cawapres Tengil Melecehkan Profesor M Mahfud MD di Arena Debat Padahal Dia Tidak Tahu Greenflation yang Tidak Baku

Karena itu, Juergen Klopp dicintai baik oleh Liverpool, fans, dan tim rival juga sangat menghormati kehadirannya.

Juergen Klopp adalah sosok yang tidak bisa dibenci oleh kawan dan lawan.

Sosok kharismatik ini menjadikan budaya untuk merangkul semua pemainnya menjadi tradisi baru di sepak bola dunia.

Semua pemain mencintai Juergen Klopp meski mereka mendapat giliran bermain atau di bench.

Tidak ada pemain yang keberatan selama berada di bawah asuhan Juergen Klopp yang menampilkan permainan terbaik Liverpool di sisa musim ini.

Selisih lima angka dan kemungkinan bertambah tidak tertutup kemungkinan.

Dengan kemenangan 4-1 atas perlawanan sengit Chelsea di bawah komando Mauricio Pochettino telah menjadikan Chelsea sebagai lawan tangguh di tahun ini.

Sebelumnya, Liverpool menaklukkan Arsenal di Carabao Cup untuk kemudian melaju ke final setelah menekuk Fulham di semifinal.

Partai final Carabao Cup akan digelar di Wembley dan bisa jadi piala pertama yang dipersembahkan Juergen Klopp di tahun ini.

Piala ini sangat penting karena akan memacu semangat Liverpool meraih semua piala termasuk Premier League, Europa League, dan FA Cup.

Bahkan, Pep Guardiola menjadikan Juergen Klopp sebagai pihak yang menyulitkan dirinya saat berhadapan di berbagai kompetisi.

Kucuran dana tidak terbatas dari Qatar menjadikan Manchester City selalu mendapatkan pemain yang diincar mereka.

Meski demikian, tidak ada pemain yang menolak jika dibeli oleh Liverpool dengan harga yang lebih pantas dan tidak kemahalan seperti jor-joran yang dilakukan Manchester City, Manchester United, Arsenal, Chelsea.

Conor Bradley memimpin pertunjukan saat Liverpool mengalahkan Chelsea.

Jürgen Klopp telah membangun kembali unit Liverpool yang tangguh dengan waktu dan uang lebih sedikit dari pada yang digunakan oleh Chelsea.

Mereka sudah menghabiskan £1 miliar untuk merekrut pemain di bawah kepemilikan bos USA, Todd Boehly.

Pendekatan dan penghargaan yang kontras bertabrakan di Anfield di mana bek sayap berusia 20 tahun yang tumbuh di dalam akademi Liverpool.

Sosok Conor Bradley membongkar sejumlah pemain asing yang dibeli oleh Mauricio Pochettino pada malam pernyataan untuk menjadi pemimpin Liga Premier.

Conor Bradley terinspirasi, Kop menyanyikan namanya sepanjang pertandingan, saat tim asuhan Klopp bermain apik dengan lawan mereka di final Piala Carabao, sekitar sebulan sebelum pertandingan mereka di Wembley.

Liverpool bisa menghitung mundur hari sampai mereka bertemu lagi.

Chelsea sudah takut akan reuni karena kekalahan telak di Anfield.

Tim tamu dibuat marah oleh kegagalan wasit Paul Tierney untuk memberi mereka dua penalti.

Penalti tidak diberikan karena Chelsea melakukan diving buruk seperti dilakukan oleh Conor Gallagher dan Ben Chilwell.

Liverpool tidak memiliki keluhan terhadap perubahan yang dilakukan Klopp, tetapi kebenaran sederhananya adalah Chelsea memang kalah, kalah manuver, dan kalah kelas sepanjang malam.

“Mereka lebih baik dari kami sejak aksi pertama,” kata Pochettino.

“Mereka lebih baik dari kami di segala bidang.”

Baca Juga: Breaking News yang Membuat Liverpool Patah Hati Kala Juergen Klopp Memutuskan untuk Meninggalkan Liverpool Akhir Musim Meski tidak Ada yang Benci Dia

Keyakinan Klopp pada skuad Liverpool yang akan ia tinggalkan terbukti sekali lagi dalam performa beroktan tinggi dan berkaliber tinggi.

Mereka menolak memberikan waktu kepada Chelsea untuk bermain melalui tekanan yang tiada henti dan menghujani gol Djordje Petrovic hingga nyaris terlihat.

Bradley menjadi pemain internasional Irlandia Utara pertama yang mencetak gol untuk klub sejak Sammy Smyth 70 tahun lalu dan dia menambah jumlah assistnya menjadi lima dalam empat pertandingan.

Tendangan Darwin Núñez selalu membentur tiang gawang empat kali, sekali dari penalti, dan melakukan 11 tembakan ke gawang tanpa mencetak gol.

Penalti di paruh pertama yang dieksekusi secara terukur oleh Darwin Nunez telah membuat dia frustrasi karena kembali membentur mistar.

Empat tembakan ke gawang oleh Darwin Nunez semuanya membentur tiang gawang.

Dia memberikan assist yang diselesaikan dengan ciamik oleh Luis Diaz.

Chelsea memenangkan tendangan sudut pertama mereka di masa tambahan waktu.

Keputusan Klopp untuk mempertahankan Bradley menggantikan Trent Alexander-Arnold yang kembali fit adalah contoh lain dari kelihaian manajerialnya.

Itu adalah sebuah pertunjukan kepercayaan yang sangat besar yang meningkatkan permainan bek muda ini melampaui level yang ia capai selama ketidakhadiran wakil kapten baru-baru ini.

Bradley memulai kerja malam yang luar biasa ketika menciptakan peluang pertama untuk Núñez, seorang pemain yang memiliki misi untuk mencetak gol dari mana saja, tetapi Petrovic membaca percobaan lob sang striker. 

Petrovic sendiri menjaga skor babak pertama tetap baik.

Ia menepis upaya first-time Núñez lainnya, tendangan dari umpan Alexis Mac Allister, membentur mistar gawang dan tendangan kaki kiri pemain internasional Uruguay itu membentur tiang.

Dia menggagalkan upaya Liverpool lagi ketika memberikan umpan dari Curtis Jones.

Namun kiper tim tamu itu dikecewakan oleh bek tengahnya ketika tuan rumah berhasil unggul terlebih dahulu.

Ben Chilwell juga bersalah saat kehilangan bola dengan lemah dari Bradley.

Sang bek bertukar umpan dengan Jones dan menemukan Diogo Jota di ruang kosong di luar kotak penalti Chelsea.

Striker tersebut melewati tantangan yang tidak ada dari Thiago Silva dan Benoît Badiashile – John Terry, yang menonton dari sisi tandang, pasti sudah muak menyaksikannya.

Soalnya striker itu melakukan penyelesaian jarak dekat yang tidak dapat dijangkau oleh Petrovic.

Gol tersebut disahkan setelah tinjauan VAR untuk kemungkinan terjadi handball yang dilakukan Jota, ketika Silva melakukan penyelamatan terhadapnya.

Dari pemeriksaan VAR terdapat kesimpulan bahwa kemungkinan handball itu tidak terjadi.

Sedangkan banding penalti pertama Chelsea ditolak ketika Conor Gallagher dijatuhkan oleh Virgil van Dijk.

Ada kontak dari lengan dan lutut kapten Liverpool tetapi Gallagher terlalu mudah terjatuh alias sengaja menjatuhkan diri sebelum VVD menyentuh tubuh pemain Inggris itu.

Liverpool memperbesar keunggulan mereka berkat gol pertama bek kanan mereka untuk klub. Luis Díaz berputar menjauhi Enzo Fernández untuk mengirim Bradley berlari ke kanan.

Pemain muda ini menunjukkan ketenangan luar biasa untuk melakukan penyelesaian rendah melewati Petrovic dan masuk ke sudut jauh.

VAR kembali menghentikan perayaan Anfield karena meninjau kemungkinan pelanggaran yang dilakukan oleh Jota terhadap Chilwell, yang berpendapat bahwa dia akan menempati ruang Bradley jika tidak, sebelum membiarkan sang pencetak gol menikmati momennya.

Padahal Chilwell yang justru melanggar Diego Jota dalam duel tersebut, sehingga mustahil gol itu dibatalkan wasit.

Tierney dianggap kembali menguntungkan Liverpool ketika Badiashile berdiri di kaki Jota di dalam kotak penalti.

Wasit tidak ragu-ragu menunjuk titik putih namun sepakan Núñez membentur tiang dan Petrovic melakukan diving ke arah sebaliknya.

Pochettino mengungkapkan perasaannya dengan jelas pada babak pertama Chelsea yang lesu.

Sang manajer melakukan tiga pergantian pemain saat jeda dan seharusnya mendapat ganjarannya ketika salah satu pemain, Malo Gusto, berhasil menerobos dan mengarahkan bola ke pemain lain, Mykhailo Mudryk.

Tanpa tanda dan berjarak 10 yard, Mudryk meluncur tinggi ke tribun Anfield Road.

Malam Bradley semakin kuat.

Dia membuat lima assist dalam empat pertandingan ketika menerima umpan silang Van Dijk dan berlari melewati Badiashile, yang sekarang dipindahkan ke bek kiri menggantikan Chilwell.

Dengan kekuatan penuh ia mengirimkan umpan silang sempurna ke area penalti dan Dominik Szoboszlai melonjak melewati pertahanan Chelsea untuk menyundul bola.

Christopher Nkunku menyuntikkan ancaman yang sangat dibutuhkan ke dalam serangan Chelsea dan membalaskan satu gol ketika mengarahkan bola Carney Chukwuemeka ke sudut bawah.

Klaim penaltinya juga ditolak setelah tendangan tumit Van Dijk.

Núñez kembali membentur tiang gawang dengan sundulan keras dari umpan silang Andy Robertson sebelum menyiapkan gol keempat untuk Díaz dengan umpan silang yang menarik ke tiang belakang.

Liverpool sedang dalam proses menuju pertemuan mereka dengan Arsenal pada hari Minggu.