PEMILU DAN PILPRES Alumni UGM Ungkap I Do Not Trust Him Anymore untuk Jokowi yang Jadi Diskusi Terbuka di Seluruh Dunia Terungkap Ini Aslinya Jokowi
DKYLB.com, Senin (29/1/2024) - Viral tulisan alumni UGM tentang Jokowi "I Don't Trust Him Anymore!"
Sebuah tulisan yang dianggap sangat terlambat karena sejumlah media sebelumnya sudah mengungkapkan perilaku Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap tidak elok.
Sebelumnya, Asia Times sudah mengungkapkan hal ini dan media di dalam negeri pada umumnya membisu.
Pada umumnya media tidak berani mengeritik Presiden Jokowi, yang merepresentasikan sebagai penguasa yang represif dan sangat otoriter.
Difasilitasi oleh media yang tidak perlu dipertanyakan lagi, pemerintahan Presiden Indonesia Joko Widodo telah menjadi ahli dalam permainan smoke and mirrors atau asap dan cermin.
Dalam bentuk sederhananya adalah meyakinkan masyarakat bahwa segala sesuatu sedang terjadi padahal sebenarnya tidak.
Contohnya, diungkap Asia Times, adalah Nlnegosiasi yang berlarut-larut dengan raksasa pertambangan AS Freeport McMoran Copper & Gold adalah contoh yang masih segar.
Sejak masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), permainan yang menipu ini telah mencakup segala hal mulai dari daging sapi, sumber daya alam, hingga infrastruktur.
Meskipun bukan hal yang baru, kebingungan dan penyembunyian kebenaran ini menjadi lebih jelas seiring dengan semakin dekatnya pemilihan legislatif dan presiden.
Joko Widodo serta para dokter di istananya merasa perlu untuk menunjukkan prestasinya.
Yudhoyono pernah melakukan hal serupa pada pertengahan tahun 2011 ketika pemerintah Australia menangguhkan ekspor sapi hidup ke Indonesia karena masalah kesejahteraan hewan.
Jakarta memutuskan untuk melakukan tindakan balasan dengan memerintahkan larangan ekspor sapi hidup.
Selama dua tahun berikutnya, mereka memangkas impor sapi hingga setengahnya dan berusaha meyakinkan konsumen bahwa industri lokal dapat mengisi kesenjangan tersebut ketika kenaikan harga.
Di mana salah satu negara dengan tingkat konsumsi daging sapi per kapita terendah di Asia jelas menunjukkan bahwa mereka tidak dapat melakukan hal tersebut.
Mari kita beralih ke proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai US$5,8 miliar yang didukung oleh Tiongkok, yang pernah dianggap sebagai contoh program infrastruktur ambisius Presiden Joko Widodo.
Kini, terhenti karena masalah pembebasan lahan yang seharusnya sudah diperkirakan sebelumnya.
Memulainya bukan karena ingin mencoba. Widodo menghadiri upacara peletakan batu pertama pada bulan Januari 2016, namun Menteri Perhubungan, kala itu, Ignasius Jonan meminta penghentian proyek tersebut, lima hari kemudian karena beberapa “masalah yang belum terselesaikan.”
Media lainnya mengupas dengan judul lugas, Man of Contradiction.
Buku ini juga ditulis oleh penulis di luar negeri karena hampir semua media tidak berani untuk menulis dan mengeritik Jokowi.
Semua media dalam situasi mencekam dan menakutkan melebihi zaman Orde Baru (Orba).
Meski demikian, sebuah tulisan yang menjadi viral ini perlu diketahui masyarakat secara lebih luas karena hampir semua media dan orang tidak berani menyampaikan pendapat mereka.
Satu yang hilang dari Jokowi pada aku pribadi…
“I don’t trust him anymore!”
Aku kecewa secara nyata bahwa Jokowi bukan orang yang serius mewujudkan apa yang dikatakan.
Tiga hal ini aku bersaksi bahwa Jokowi tidak pernah mewujudkan janjinya.
Dua di antaranya malah aku serius membantu.
1. Saat bicara Esemka sebagai Mobnas.
Aku sebagai Tim Ahli IASI (Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia Jerman) sampai meminta audiensi Jokowi yang saat itu adalah Wali Kota Solo.
Kukoordinasikan para Tim Pakar Otomotif Jerman bahkan pihak VW sudah siap bantu, lalu melalui sahabatku Anggota DPRD Solo sampaikan dukungan riil kita.
Gratis alias tanpa dibayar!
Jokowi karena dia sibuk setelah itu kampanye di DKI untuk jadi Gubernur, maka lupa.
Kupikir, setelah jadi Gubernur akan mewujudkannya, tapi dia pun sibuk jadi Presiden.
Kupikir, setelah dia jadi Presiden akan mewujudkannya, ternyata dia terbiasa untuk tidak pernah mewujudkan janji-janjinya.
Enough is enough, I don’t trust him anymore.
2. Saat mau memajukan Sekolah Vokasi.
Ini pengorbananku buat Program Jokowi tak terhingga.
Waktu cutiku 1 bulan kubuang demi mewujudkan Program Sekolah Vokasi.
Plus selama lebih 1 tahun aku fokus bantu ini secara gratis!
Kudesain bersama temen-temen IASI dari NOL karena jujur tidak banyak orang Indonesia tahu apa itu Program Vokasi acuan dunia seperti Dual-System Jerman.
Sebagai Ketua Umum IASI saat itu semua Sumber Daya serta Network yang kumiliki difokuskan untuk mewujudkan program yang visioner ini.
Ku-arrange konsepnya.
Kubantu Kemendikbud! Dapat komitmen dari pemerintah Jerman akan bantu kirimkan 650 ahli Jerman secara “gratis” mendidikan para ahli vokasi Indonesia.
Menteri berganti, aku tetap konsisten bantu. Tapi kelak aku tahu rupanya Jokowi cuma basa-basi disini.
Tidak ada komitmen serius mewujudkannya. Kita yang trust padanya berkorban jiwa raga, jebule dia cuma mau main pencitraan belaka.
Enough is enough, I don’t trust him anymore.
3. Saat di KBRI Berlin beberapa tahun yang lalu.
Jokowi dengan gagah berani bilang Gedung KBRI Berlin seperti rumah toko dan dalam waktu 3 bulan akan dibuat gedung baru.
Malu punya gedung KBRI jelek.
Kita sambut dengan tepuk tangan gegap gempita luar biasa.
Tapi, ternyata seperti biasa, lidah tak bertulang.
Ternyata hampir tiga tahun berlalu, itu gedung KBRI tidak terwujud juga.
Enough is enough, I don’t trust him anymore.
Jangan lagi anda tambahkan dengan janji-janji yang lain.
Believe me, he has no intention to fulfill his promise. He focuses to keep his chair only, that’s all!
Kira-kira seperti ini artinya:
Percayalah padaku dia tidak punya niat untuk memenuhi janjinya.
Dia fokus untuk mempertahankan kursinya saja, itu semuanya!
Aku memutuskan mengkritisi Jokowi sebagai tanggung jawab moralku pribadi bahwa aku kecewa dengan cara dia belum sepenuhnya bertanggung-jawab dengan janji-janjinya.
#dariTepianLembahSungaiIsar
#MusimSemiNanIndah
#DiPostingPertamaKaliDiGrupFBKampungUGM
Ferizal Ramli
Vorsitzender/Chairman
IASI eV 2014-2016
Sesungguhnya tulisan ini di-publish di Group tertutup FB Kampung UGM.
Hanya ada yang mem-forward keluar, sehingga viral seluruh Nusantara.
Ya pasrah saja, saya anggap ini tangan Allah agar kritik saya ke Pak Jokowi dibaca oleh orang se Nusantara secara viral.
Awalnya itu hanya ingin didiskusikan secara internal di Group Diskusi Politik Paseduluran Kampung UGM

