TOKOH Fadli Zon Kembali Terpilih Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina
Istanbul, Turki - Fadli Zon Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, kembali dipilih sebagai Wakil Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina dalam Konferensi Liga Al Quds ke-5. Bersama Ahmed Al Kharshi dari Parlemen Aljazair dan Hasan Turan dari Parlemen Turki, Fadli terpilih secara aklamasi untuk memegang posisi tersebut. Ini merupakan ketiga kalinya Fadli mendapatkan posisi ini, setelah sebelumnya terpilih pada Konferensi tahun 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan tahun 2021 di Ankara, Turki.
Konferensi ini juga menetapkan Hamid Bin Abdullah Al-Ahmar dari Yaman sebagai Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Palestina. Selain pemilihan pimpinan, konferensi ini menyepakati susunan baru anggota Komite Eksekutif serta pengakuan terhadap Parlemen Pemuda dan Perempuan dalam struktur organisasi.
Dalam pernyataannya, Fadli menyatakan bahwa jabatan ini merupakan tanggung jawab besar sekaligus kehormatan untuk membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dia menegaskan komitmen Indonesia terhadap isu Palestina, sesuai prinsip yang dipegang teguh oleh para pendiri negara.
Terpilihnya Fadli sebagai satu-satunya wakil dari negara non-Arab dan non-Timur Tengah menunjukkan besarnya harapan dunia terhadap peran Indonesia dalam menangani isu Palestina di tingkat global. Ini juga mencerminkan komitmen Indonesia, baik di tingkat pemerintah maupun parlemen, dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
Selain pemilihan pimpinan, konferensi ini juga menghasilkan pernyataan resmi dan sejumlah rekomendasi. Salah satunya adalah kecaman keras terhadap genosida, kejahatan perang, dan pelanggaran HAM yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Konferensi juga mengecam segala bentuk dukungan dari negara-negara Barat terhadap Israel.
Konferensi Parlemen Dunia untuk Palestina menyerukan gencatan senjata permanen, pembebasan tahanan, dan pelaksanaan putusan Mahkamah Internasional untuk mengadili Israel atas kejahatannya. Mereka juga mendesak Mahkamah Pidana Internasional untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi pelaku genosida.
Selain itu, konferensi ini mendorong semua pihak untuk terus mendukung pendanaan UNWRA, badan PBB yang menangani pengungsi Palestina, dan meminta agar tidak ada negara yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Konferensi tiga hari ini dihadiri oleh lebih dari 700 anggota parlemen dari lebih dari 80 negara. Acara tersebut juga menampilkan "Jerusalem Exhibition" yang memamerkan berbagai suvenir khas Palestina serta pemutaran film pendek mengenai kondisi terkini di Jalur Gaza pasca serangan Israel.
Penulis: Kharisma Anjani | Editor: Rahma Anggun Kinanti

