TOKOH Jerhemy Owen Bantu Alirkan Air Bersih untuk Warga NTT
Masalah kekurangan air bersih masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya yaitu berada di Desa Wokowoe dan Wokodekororo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Desa Wokowoe dan Wokodekororo, banyak keluarga masih harus jalan berjam-jam cuma untuk dapat beberapa jerigen air. Air yang buat kita terasa biasa, buat mereka adalah perjuangan hidup. Kondisi geografis yang kering dan minimnya infrastruktur membuat masyarakat harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi.
Melalui kolaborasi dengan beberapa lembaga sosial seperti Kitabisa (@kitabisa.com) dan pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Jerhemy Owen membangun sistem penyaluran air menggunakan pipa dan tandon besar yang mengalirkan air dari sumber pegunungan menuju perkampungan warga. Program ini berhasil menjangkau ratusan kepala keluarga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Cerita Penggalangan
Pada tanggal 22 September 2025, melalui website Kitabisa (@kitabisa.com) Jerhemy Owen menyampaikan ceritanya dan tujuannya untuk menghadirkan akses air bersih yang lebih besar di Desa Wokowoe dan Wokodekororo, NTT.
Hai semua, kenalin aku Jerhemy Owen. Selama ini aku sering berbagi pengalaman keliling Indonesia tentang kekayaan alamnya dan pentingnya menjaga lingkungan. Tapi, waktu ke Nusa Tenggara Timur, rasanya berbeda.
Di Desa Wokodekororo dan Wokowoe, aku melihat sendiri ternyata akses air bersih menjadi tantangan hidup sehari-hari. Terutama bagi perempuan dan anak-anak. Dua kali sehari, mereka harus berjalan kaki jauh di jalan yang terjal dan berbahaya, menempuh hampir 1,5 jam perjalanan pulang-pergi, hanya untuk membawa pulang jerigen-jerigen berisi air.
Sebagian besar warga di sini bekerja keras sebagai buruh tani, nelayan, atau petani kemiri. Kadang setelah panen mereka bisa membeli air bersih, tapi harganya bisa mencapai setengah dari penghasilan bulanan terlalu berat untuk mereka yang penghasilannya tidak menentu.
Kesulitan air membuat kebutuhan dasar susah terpenuhi terutama bagi ibu-ibu, seperti mandi, mencuci, atau memasak makanan bergizi untuk anak-anaknya. Dampaknya, keluarga mereka berisiko menghadapi malnutrisi dan stunting. Bahkan anak-anak yang seharusnya bisa belajar dengan semangat, sering merasa lelah karena harus berjalan mengambil air dari subuh hari.
Tapi aku percaya, harapan itu ada. Bersama Plan Indonesia, kita bisa mengalirkan harapan dan kehidupan untuk mereka yang setiap hari berjalan jauh hanya demi setetes air.
Aku mengajak teman-teman
semua, mari turun tangan bersama. Karena air bersih adalah hak setiap warga
untuk bisa hidup layak dan terus melanjutkan mimpinya. Setetes kebaikan dari
kita, bisa menjadi harapan bagi 1.500 warga di Desa Wokodekororo dan Wokowoe.
Makasih banyak ya sudah jadi bagian dari cerita ini!
Kamu bisa ikut aku
alirkan air bersih untuk warga di NTT, dengan cara:
1. Klik "DONASI
SEKARANG"
2. Masukkan nominal
donasi
3. Pilih Metode
Pembayaran
4. Segera transfer sesuai
nominal jika menggunakan Transfer bank & Virtual Account
Aku percaya, air bersih
bukan kemewahan, tapi hak setiap anak untuk bisa hidup layak, belajar, dan
bermimpi. Makasih banyak ya sudah jadi bagian dari cerita ini.
Selain itu, Jerhemy turut mendorong partisipasi warga setempat untuk ikut menjaga keberlangsungan fasilitas air bersih tersebut. Ia menegaskan bahwa rasa tanggung jawab bersama sangat penting dalam memelihara sumber air dan melindungi lingkungan agar tetap terjaga.
Inisiatif sosial ini mendapat sambutan positif dari masyarakat serta dukungan dari pemerintah daerah. Kontribusi Jerhemy Owen tidak hanya memberikan solusi nyata berupa akses air bersih, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan di tengah masyarakat NTT.
Melalui program ini, Jerhemy membuktikan bahwa kepedulian dan tindakan nyata mampu membawa perubahan berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Sumber: Instagram @jerhemynemo, Website kitabisa.com
(Neisya Nuryanita)

