X

TOKOH Dari Kepedulian Menjadi Langkah Aksi Nyata, Erika Richardo Hadirkan Harapan Baru dalam Meningkatkan Akses Pendidikan

18 Oktober 2025 12:00 | Oleh Tim DKYLB 01

Erika Rhicardo, seorang content creator dan selebgram muda yang dikenal sering membagikan konten-konten edukatif, terutama seputar seni lukis sampai karyanya selalu menarik perhatian.

Erika berhasil membuat perubahan luar biasa di dunia pendidikan. Bersama komunitas dan kolaborator organisasi yang fokus pada pembangunan sekolah ramah lingkungan untuk anak-anak kurang mampu, yaitu Rumah Lukis Indonesia (@rumahlukisindonesia), Happy Hearts Indonesia (@happyheartsindonesia), Kitabisa (@kitabisa.com), dan Jerhemy Owen (aktivis lingkungan sekaligus kekasihnya). Erika berhasil mendirikan PAUD Efata di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Erika semakin sadar bahwa pendidikan di Indonesia perlu diperbaiki, untuk itu Erika mendukung pendidikan di NTT dengan memanfaatkan kreativitasnya sebagai pelukis dan content creator untuk menggalang donasi. Awalnya, ia menargetkan donasi dari beberapa orang terkenal dan sesama content creator, dengan menawarkan melukis barang milik mereka sebagai imbalan. Dengan syarat bahwa bayaran untuk karyanya tersebut langsung disumbangkan untuk pembangunan sekolah di Sumba.


Cerita Penggalangan

Pada tanggal 3 Juli 2025, melalui website Kitabisa (@kitabisa.com) Erika menyampaikan ceritanya dan tujuannya untuk mendukung perubahan pendidikan di NTT dengan membangun sekolah yang layak dan nyaman digunakan untuk pembelajaran anak-anak disana.

Hai teman-teman!

“Kalau kalian udah lama ngikutin aku, mungkin tahu ya, aku senang banget eksplor ke pelosok Indonesia. Nggak cuma buat cari inspirasi gambar atau lukisan, tapi juga buat kenal lebih dekat sama kehidupan dan cerita-cerita luar biasa dari orang-orang yang aku temui di sana.”

“Dari semua perjalanan itu, aku makin sadar, masih banyak anak-anak di daerah yang harus berjuang keras hanya untuk bisa belajar. Padahal mereka punya semangat yang sama besarnya kayak anak-anak lainnya, tapi tempat untuk menumbuhkan mimpi itu kadang belum layak.”


Sumber: @kitabisa.com, Cerita Penggalangan Erika Rhicardo

“Itu sebabnya aku pengen ajak kalian bantu dua sekolah di Lombok, yang kondisinya benar-benar butuh perhatian kita bareng-bareng.

Sekolah Pertama, TK Maca Pasir Putih, Pemenang Barat. Didirikan tahun 2019 karena waktu itu belum ada PAUD di desanya. Sekarang sekolah ini masih berdiri dari bambu dan atap daun kelapa. Luasnya cuma 4x3 meter. Sekolah ini cuma punya dua ruangan, padahal ada tiga kelompok belajar. Jadi anak-anak harus gantian atau belajar bareng di ruangan sempit.


Sumber: @kitabisa.com, Cerita Penggalangan Erika Rhicardo

Sekolah Kedua, KB Anak Sholeh NW, Dusun Jeruk. Sekolah ini awalnya numpang di masjid, terus pindah ke gubuk kecil, sampai akhirnya bisa mulai bangun gedung sendiri. Tapi, baru satu gedung yang selesai. Satu lagi masih setengah jadi, dan tetap dipakai karena nggak ada pilihan lain. Anak-anak di sana dibagi jadi 4 kelompok. 1 di bangunan belum selesai, 1 di gubuk kecil, sisanya pakai ruang yang disekat seadanya.


Sumber: @kitabisa.com, Cerita Penggalangan Erika Rhicardo

Kebayang nggak, betapa sempit dan nggak amannya kondisi itu untuk anak-anak usia dini? Karena itu, aku mau ajak kalian bantu anak-anak ini bisa belajar lebih nyaman dan aman dengan renovasi sekolah mereka.”

“Kamu bisa ikut aku bangun sekolah yang lebih layak untuk anak-anak di Lombok, dengan cara:

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih Metode Pembayaran

4. Segera transfer sesuai nominal jika menggunakan Transfer bank & Virtual Account

Aku percaya, setiap anak pantas punya ruang belajar yang aman dan layak. Terima kasih ya, sudah mau ikut jadi bagian dari cerita ini.”


Perjuangan Membangun PAUD Efata

Erika berhasil menunjukkan bahwa kontribusi besar bisa lahir dari aksi sederhana yang penuh makna. Berkat lelang lukisan-lukisannya dan berdasarkan website Kitabisa (@kitabisa.com) dukungan dari 18.485 donatur, Erika berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp1.197.199.657 miliar, dalam waktu selama 3 bulan 16 hari.

Melalui salah satu postingan di Instagram, Erika menyatakan harapannya agar PAUD Efata ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga jadi berkat dan harapan bagi anak-anak di Sumba untuk meraih mimpi lewat pendidikan.

Dengan memanfaatkan jangkauan media sosial, Erika mampu terhubung dengan ribuan individu untuk memperbaiki pendidikan yang lebih baik di daerah terpencil. Kisah sukses ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya sekadar alat untuk koneksi dan hiburan tetapi juga dapat menjadi alat yang kuat untuk perubahan.

 

Pembangunan PAUD Efata dari Bambu ke Eco-Brick

Melalui website Kitabisa (@kitabisa.com) Erika juga menceritakan awal bagaimana kondisi PAUD Efata didirikan. Erika menceritakan sekolah PAUD tersebut awalnya berdiri dari bambu dan menggunakan atap daun kelapa. Berkat adanya kolaborasi antara Erika dan Happy Hearts Indonesia, PAUD Efata kini telah berubah menjadi sekolah yang jauh lebih kokoh.

Bangunan PAUD Efata kini dibuat dengan teknik Eco-Brick, menggunakan plastik daur ulang untuk membangun dinding yang kuat dan tahan lama. Melalui proyek ini, PAUD Efata berhasil mendaur ulang 2,1 ton plastik, yang setara dengan mengurangi 9,4 ton emisi karbon.

Dengan menggunakan eco-brick, Erika tidak hanya membangun sekolah, ia menanamkan kesadaran lingkungan. Di wilayah seperti Sumba Barat Daya, di mana akses pengelolaan sampah terbatas, pendekatan ini memberikan contoh nyata praktik ramah lingkungan yang dapat diadopsi oleh komunitas lokal.

Sekarang, sekolah PAUD ini bukan hanya tahan lama, tapi juga ramah lingkungan, menjadi contoh sekolah eco-friendly di daerah terpencil.

 

Inspirasi dari Erika Richardo yang Menyebar Kebaikan Melalui Aksi Nyata untuk Pendidikan yang Berkelanjutan dan Lebih Maju

Kisah Erika Richardo mengajarkan kepada kita, terutama generasi muda untuk berani bermimpi dan siapa pun bisa berkontribusi untuk masa depan dunia pendidikan, bahkan melalui karya seni yang ia cintai. Lewat semangat dan aksi nyatanya, Erika mengajarkan bahwa kebaikan dan berbagi bisa memberikan dampak yang besar. Aksi yang dilakukan Erika bersama Happy Hearts Indonesia tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan akses pendidikan, tapi juga membawa inspirasi bahwa mimpi besar bisa dicapai jika ada niat dan kolaborasi.

Erika dan Happy Hearts Indonesia ingin menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi anak bangsa, apalagi dengan membangun sekolah melalui teknik eco-brick. Harapannya, PAUD Efata menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak Sumba untuk belajar, tumbuh, dan menggapai impian mereka.

PAUD Efata kini menjadi simbol harapan bagi anak-anak di NTT yang ingin terus berjuang demi masa depan yang cerah. PAUD Efata menjadi bukti bahwa impian besar dapat diraih melalui kerja keras, dedikasi, dan dukungan. Kolaborasi antara Erika dan Happy Hearts Indonesia menginspirasi dan memotivasi banyak orang untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak di daerah terpencil di seluruh Indonesia.


Sumber: Instagram: @erikarichardo, @rumahlukisindonesia, @rumahlukisindonesia, @kitabisacom

              Website: kitabisa.com, happyheartsindonesia.org, metrotvnews.com, tafenpah.com, next-level-study.com


(Neisya Nuryanita)