TERKINI "Pemkab Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 2 Pekan Akibat Hujan Lebat dan Luapan Sungai"
DKYLB.com, Minggu (24/11/2024) - Jakarta, Banjir besar melanda Kabupaten Bandung, memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status tanggap darurat sejak Jumat (22/11/2024). Bencana yang dipicu oleh hujan deras ini telah merendam delapan kecamatan dan berdampak pada lebih dari 35.000 jiwa, dengan ketinggian air mencapai 2 meter di beberapa titik. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi. Selain itu, pengungsian telah didirikan di berbagai lokasi untuk menampung ratusan warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung resmi menetapkan status tanggap darurat banjir pada Sabtu (23/11/2024). Keputusan ini diambil setelah banjir melanda delapan kecamatan di wilayah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, menyatakan bahwa status ini berlaku sejak Jumat, 22 November, hingga 1 Desember 2024. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.
Menurut Uka, banjir ini telah memengaruhi puluhan ribu warga, dengan 35.262 orang terdampak langsung. Tinggi air yang menggenangi pemukiman bervariasi antara 50 cm hingga 200 cm. Selain itu, sebanyak 2.014 rumah terendam, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam. Penyebab utama banjir adalah meningkatnya debit air Sungai Citarum yang meluap ke kawasan pemukiman.
Dikutip dari Detik Com, saat ini, delapan kecamatan yang terdampak meliputi Bojongsoang, Dayeuhkolot, Pameungpeuk, Baleendah, Katapang, Ciparay, Pacet, dan Majalaya. Untuk menangani situasi ini, BPBD telah mendirikan sejumlah tempat pengungsian, di antaranya berada di Shelter Desa Dayeuhkolot, Taman Air Desa Bojongsoang, Kantor RW 01 Cibedug Hilir, dan Masjid An Nur RW 13 Desa Citeureup. Sebanyak 224 orang diketahui telah mengungsi ke lokasi-lokasi tersebut.
Uka menambahkan bahwa bantuan darurat sangat dibutuhkan, terutama makanan siap saji, beras, matras, selimut, air mineral, perlengkapan keluarga, serta alat kebersihan. Banyak rumah warga yang masih terendam air, sehingga kebutuhan ini menjadi prioritas untuk mendukung warga yang terdampak.
(Putri Hana Tsabitha Mahasiswa Ilmu Komunikasi)

