TERKINI BKSAP DPR RI Menyelenggarakan Seminar Internasional untuk Menggali Potensi Kerja Sama Indonesia dan Afrika Menghidupkan Kembali Gerakan Non Blok
DKYLB.com, Kamis (11/7/2024) - Serangkaian dengan persiapan pelaksanaan Indonesia-Africa Parliamenty Forum (IAPF), PAMM, BKSAP DPR RI bersama dengan KBRI Addis Ababa, Ethiopia melaksanakan seminar internasional dan diskusi bertajuk “Africa in Today’s World: Where is Indonesia?”.
Sebagai Ketua BKSAP DPR RI, Dr Fadli Zon, M.Si menyampaikan pandangan terkait potensi strategis Benua Afrika dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran dalam meningkatkan hubungan tersebut. Indonesia dan Afrika memiliki kedekatan historis sebagai bagian penting dari perjuangan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 dan Gerakan Non-Blok (GNB).
Baca Juga: Fadli Zon Mendukung Rencana Inter-Parliamentary Union (IPU) ke Rafah, Palestina
Saat ini, kata Fadli Zon, perekonomian negara-negara Afrika tumbuh pesat menjadi kekuatan ekonomi yang layak diperhitungkan, serta memiliki potensi sumber daya mineral dan memiliki populasi pemuda yang besar.
"Selama ini Indonesia hanya menjadi penonton di barisan belakang terkait dengan isu Afrika. Sudah saatnya Indonesia mengambil peran strategis dan mempererat kerja sama dengan Afrika untuk menguatkan posisi geostrategis Indonesia di kawasan ini dan secara global."
Baca Juga: FADLI ZON KETUA UMUM DPP IKM TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN TERKAIT BENCANA DI SUMATERA BARAT
Wakil Ketua Umum Gerindra ini menegaskan bahwa diplomasi parlemen memegang peran penting penguatan hubungan Indonesia baik secara bilateral maupun regional dengan negara-negara Afrika. BKSAP juga telah memiliki Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) dengan 16 negara Afrika, serta telah melaksanakan kunjungan diplomasi ke sejumlah negara seperti Tanzania, Namibia, dan Zimbabwe.
Dalam seminar ini turut hadir sebagai pembicara Duta Besar Al Busyra Basnur, Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, dan Bernardino Vega, wakil hubungan luar negeri Kamar Dagang Indonesia (KADIN).
Sebagai panelis hadir juga dari kalangan pemerintah, kamar dagang, akademisi, dan organsiasi masyarakat sipil yang berasal dari Indonesia dan Ethiopia. Dr. Lawalley Cole dari Uni Afrika, Dewi Justicia Meidiwaty dari Kementerian Luar Negeri RI, Mintardjo Halim dari KADIN, Taufan Teguh Akbari, Ph.D dari LSPR Institute Communication & Business, Dr. Bekele Shibru dari Harambee University, Irfan Wahyudi, Ph.D dari Universitas Airlangga, dan Kemal Abdella dari O-Yes Global Foundation. Turut hadir juga dalam acara ini Wakil Ketua BKSAP, Putu Supadma Rudana (F-PDemokrat) dan Anggota BKSAP Adde Rosi Khoerunnisa (F-PGolkar) dan Ravindra Airlangga (F-PGolkar). Hadir juga sebagai peserta aktif para mahasiswa yang tergabung dalam ISAFIS (Indonesian Student Association for International Studies).
Berbagai masukan selama diskusi berlangsung disampaikan oleh Dr Fadli Zon, M.Si.
"Bahwa masih terdapat kendala terkait tarif dan insfrastruktur yang mempengaruhi sedikitnya minat pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Afrika dan masih sedikitnya interaksi antar masyarakat yang terjalin selama ini."
Namun, hal tersebut tak menutup peluang dari potensi kerja sama di bidang diplomatik dengan dibukanya perwakilan bilateral, kerja sama energi terbarukan, penguatan perdagangan komoditas unggulan, pertukaraan pengetahuan dan pendidikan, pemberdayaan pemuda dan juga pertukaran budaya.
Indonesia harus lebih sering melakukan engagement dengan Afrika di berbagai bidang. Karena itu, kita mendukung Indonesia-Africa Forum dan Indonesia-Africa Parliamentary Forum pada awal September mendatang.

