Menurut kalender Masehi, tahun 2024 adalah tahun kabisat karena bulan Februari 2024 memiliki 29 hari. Sesuai dengan pola tahun kabisat yang berulang setiap empat tahun, tanggal 29 Februari akan muncul kembali pada tahun 2028.
ATURAN TAHUN KABISAT
Biasanya, setiap tahun terdiri dari 365 hari, yang didasarkan pada Bumi mengelilingi Matahari dalam waktu sekitar 365,25 hari atau 365 hari enam jam. Namun, karena tahun hanya memiliki 365 hari, waktu sisa dari perputaran Matahari ditambahkan setiap empat tahun sekali pada bulan Februari. NASA menambahkan hari tersebut pada kalender setiap empat tahun, yang dikenal sebagai tahun kabisat. Menurut informasi dari situs LAPAN, aturan untuk menentukan tahun kabisat adalah sebagai berikut:
- Jika angka tahun habis dibagi dengan 400, itu adalah tahun kabisat.
- Jika angka tahun tidak habis dibagi dengan 400 tetapi habis dibagi oleh 100, maka itu bukan tahun kabisat.
- Jika angka tahun tidak habis dibagi oleh 400 atau 100 tetapi habis dibagi oleh 4, itu adalah tahun kabisat.
- Jika angka tahun tidak habis dibagi oleh 400, 100, atau 4, maka itu bukan tahun kabisat.
Sebagai contoh, NASA telah memperhitungkan kekurangan waktu sekitar enam jam atau seperempat hari dari tahun-tahun 2017, 2018, dan 2019, yang kemudian diimbangi pada tahun 2020. Tahun 2024 termasuk tahun kabisat karena tidak habis dibagi oleh 400 atau 100, namun habis dibagi oleh 4. Oleh karena itu, 2024 adalah tahun kabisat dan mencakup tanggal 29 Februari.