X

TERKINI Disuruh keluar PSI oleh Kaesang Usai Bicara Politik Dinasti di Yogyakarta, Ini Respon Ade Armando

08 Desember 2023 10:00 | Oleh TB Setyawan



DKYLB.COM (8/12/2023) – Merespon Ketum PSI Kaesang Pangarep yang memberikan ultimatum kepada kadernya, agar keluar dari partai usai berbicara politik dinasti di Yogyakarta, Ade Armando menyebut tidak ada klarifikasi.

Ade Armando mengatakan tidak ada klarifikasi mengenai ucapannya itu dari Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep.

Hanya saja Ade mengaku sempat dihubungi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

"Saya dihubungi oleh DPP," kata Ade kepada awak media, Kamis (7/12/2023).

Lebih jauh Ade Armando menyebutkan pihak DPP memberikan sejumlah penjelasan imbas pernyataan dirinya itu.

Di antaranya, soal sikap Kaesang hingga kantor PSI DIY didemo.

Baca Juga: Geledah Korupsi Komoditas Timah, Kejagung Sita Uang Logam Mulia dan Uang Rp76 Miliar

"Menjelaskan sikap Ketum terhadap kasus saya. Menjelaskan PSI Yogya diteror, baliho, spanduk, banner PSI dicabut. Rumah mertua Kaesang didemo," kata Ade.

Dalam video yang beredar luas di medsos, Ade Armando juga menyatakan bahwa soal pernyataannya terkait polistik dinasti di Yogyakarta dia sudah meminta maaf.

Namun kalau itu dirasa belum cukup, dia menyatakan rela kalau misalnya harus keluar dari PSI.

Terkait pernyataan Ade Armando soal politik dinasti DIY, Kaesang sendiri sebelumnya menegaskan pihaknya menaati konstitusi.

"Kami dari Partai PSI taat sama konstitusi, apalagi yang menyangkut dengan daerah keistimewaan dari Daerah Istimewa Yogyakarta," jelas Kaesang di Kota Surabaya, Rabu (6/12).

Baca Juga: Muncul Wacana Gubernur-Wagub DKJ Ditunjuk Presiden, Mendagri: Tetap Melalui Pilkada

Sat itu Kaesang mempersilakan siapa pun kader untuk keluar dari PSI jika tidak bisa mengikuti aturan main di PSI.

Kaesang juga menyebut Ade Armando secara khusus.

"Jadi buat kader PSI yang tidak bisa mengikuti undang-undang maupun Undang-Undang Dasar, itu juga buat Bang Ade maupun kader yang lain yang nggak bisa taat, bisa keluar saja dari PSI," tegasnya. (*)