X

TERKINI Ramai Hoax Seputar Nyamuk Wolbachia, Menkes: Kalau Ada yang Meninggal karena DBD Saya Nggak Mau Tanggung Dosa

29 November 2023 08:07 | Oleh TB Setyawan


DKYLB.COM (29/11/2023) – "Program ini saves lives, apapun yang orang omongin saya berusaha menyelamatkan orang. Saya lebih takut sama yang di atas. Kalau ada yang meninggal karena DBD saya nggak mau tanggung dosanya," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (28/11/2023).

Dia mengungkapkan bahwa teknologi inovasi nyamuk wolbachia dapat menjadi sebuah angin segar penanganan demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.

Dikatkan setiap tahunnya kasus DBD terus meningkat walaupun berbagai intervensi telah diupayakan untuk menangani penyakit mematikan tersebut.

Penanganannya dimulai dari intervensi lingkungan dengan 3M, fogging, hingga pemberian vaksin dengue pada masyarakat.

Baca Juga: Geger! Data Pemilih 2024 Diretas, KPU Minta Bantuan BSSN

Namun Menkes menuturkan bahwa setidaknya ada sekitar 900-1000 orang yang meninggal dunia karena DBD di Indonesia dan mayoritas dari kasus kematian tersebut adalah anak-anak.

"Jadi selama 50 tahun terakhir pemerintah sudah melakukan segala macam menghabiskan ratusan miliar sampai triliun tapi nggak turun-turun DBD, ini ada intervensi di lingkungan vektor, manusia, kita sudah lakukan, kenyataannya nggak turun-turun," ucap Menkes Budi Gunadi.


Dalam kesempatan itu Menkes Budi juga menyoroti banyaknya kabar hoax soal nyamuk ber-wolbachia yang banyak muncul di media sosial.

Dia mengakui bahwa salah satu penyebab munculnya hal tersebut adalah masih kurangnya komunikasi aktif dari Kementerian Kesehatan pada masyarakat.

Karenanya, Kemenkes akan segera melakukan perbaikan komunikasi pada masyarakat berkaitan dengan inovasi teknologi wolbachia.

Baca Juga: Heboh! KPU Diretas, 250 Juta Lebih DPT Bocor dan Dijual Hacker Seharga Rp1,2 Miliar

"Memang saya lihat masukannya ini lebih ke komunikasi. Ini akan kita perbaiki memang karena agak ketinggalan. Kebetulan meledaknya itu bukan di programnya Kemenkes pada saat itu dan kita harusnya masuk sejak awal untuk menghindari risiko ini," jelas Menkes Budi.

"Karena terlanjur begini jadi agak susah ngebalikinnya. Kita mengakui harus segera memperbaiki komunikasi terlebih beritanya sudah ke sisi yang lain," ujarnya.

Menkes Budi meyakinkan masyarakat bahwa program wolbachia ini aman untuk dilakukan. Selain itu menurutnya program ini baik segera dilakukan untuk menekan angka kasus DBD. (*)