X

TERKINI Penggemar Fiorentina Dihukum Kosongkan Tribun Karena Yel-yel Rasis

08 November 2023 04:59 | Oleh TB Setyawan

DKYLB.COM (7/11/2023) – Akibat yel-yel bernada rasis yang diucapkan penggemarnya kepada tiga pemain Juventus,  Liga Italia menghukum Fiorentina dengan dijatuhi hukuman pengosongan satu tribun penonton, Selasa (7/11/2023).

Liga Italia dalam pernyataannya mengatakan penggemar garis keras Fiorentina di bagian Curva Fiesole di Stadion Artemio Franchi telah melakukan pelecehan rasial terhadap Dusan Vlahovic, Moise Kean, dan Weston McKennie sebelum dan setelah pertandingan melawan Juventus.

Adapun laga yang berlangsung pada Minggu (4/11) tersebut berakhir dengan kemenangan 1-0 bagi tim tamu Juventus.

Baca Juga: Komisi VIII Dorong Kemensos Salurkan BLT Rp 62 Triliun untuk Masyarakat Terdampak El Nino Lewat PT Pos

Lebih jauh Liga Italia menyatakan bahwa hukuman itu akan ditunda setahun namun tribun penonton akan ditutup jika kembali terdapat kasus pelecehan rasial pada periode tersebut.

Selain itu sanksi lain juga akan dapat dijatuhkan seandainya terjadi pelanggaran baru.

Selama ini pelecehan rasial masih kerap terjadi dalam sepak bola Italia, dengan fakta bahwa keberadaan grup-grup penggemar beraliran kanan jauh dan diskriminasi rasial masih kerap dilakukan di tribun penonton.

Pada Agustus silam, Komite PBB yang bertanggung jawab untuk memerangi rasisme "menaikkan bendera merah" kepada sepak bola Italia.

Baca Juga: Anwar Usman Dipecat dari Jabatan Ketua MK karena Pelanggaran Berat

Mereka menyoroti aksi-aksi fisik dan verbal terhadap para pemain yang merupakan keturunan Afrika.

Kata dalam bahasa Italia yang berarti gipsi juga kerap digunakan di sejumlah tribun stadion sepak bola.

Hal itu merupakan pelecehan rasis terhadap para pemain dari Balkan dan Eropa Timur, terlepas dari apa etnis mereka. (*)


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh