X

TERKINI Daya Beli Melemah di 2025–2026, UMKM Mengandalkan Digitalisasi untuk Bertahan

14 Januari 2026 22:55 | Oleh Tim DKYLB 01

Jakarta, Jumat (09/01/2026)
Melemahnya daya beli masyarakat sepanjang 2025 hingga awal 2026 akibat kenaikan harga pangan dan tekanan inflasi memberikan dampak signifikan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penurunan minat belanja membuat pelaku usaha harus memutar strategi agar kegiatan usaha tetap berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Berdasarkan laporan Suara.com, banyak pelaku UMKM mengaku mengalami penurunan omzet karena konsumen kini lebih selektif dalam berbelanja. Masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok dan menunda pembelian barang non-esensial. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus menyesuaikan harga jual, ukuran produk, hingga jenis barang yang ditawarkan.
Tekanan ini semakin terasa pada UMKM yang masih mengandalkan penjualan secara langsung. Sepinya pembeli di toko fisik mendorong pelaku usaha untuk mencari alternatif pemasaran yang lebih efektif. Dalam situasi tersebut, pemanfaatan teknologi digital menjadi pilihan yang semakin relevan.
Kompas.com melaporkan bahwa digitalisasi membuka peluang baru bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus menambah biaya operasional besar. Media sosial dan platform marketplace dimanfaatkan sebagai etalase digital untuk mempromosikan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Selain memperluas jangkauan pasar, digitalisasi juga mendorong pelaku UMKM untuk berinovasi. Banyak pelaku usaha mulai menawarkan promo khusus, paket hemat, serta layanan pesan antar guna menyesuaikan dengan kondisi ekonomi konsumen. Strategi ini dinilai efektif untuk menjaga daya saing di tengah lesunya daya beli.
Highlight menarik (Republika.co.id):
Republika mencatat bahwa UMKM yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital cenderung lebih tahan terhadap tekanan ekonomi dibandingkan usaha yang masih bergantung sepenuhnya pada penjualan konvensional.
Pemerintah pun terus mendorong penguatan UMKM melalui berbagai program, seperti pelatihan literasi digital, pendampingan usaha, serta akses pembiayaan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu UMKM bertahan sekaligus berkontribusi menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah tekanan inflasi.

Diolah dari sumber pemberitaan Suara.com dengan referensi Kompas.com dan Republika.co.id (2025–2026)

(Elsa Adinda Putri)