TERKINI Kisah Karyawan Toko Elektronik di Rawa Buaya: Harus Siaga Evakuasi Barang Setiap Kali Hujan Deras
JAKARTA – Kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali menjadi sorotan seiring dengan meningkatnya curah hujan di awal tahun 2026. Bagi para karyawan toko elektronik di wilayah ini, hujan deras bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan alarm untuk bekerja ekstra keras demi menyelamatkan inventaris toko.
Setiap kali genangan air mulai muncul di jalanan, para karyawan harus segera menghentikan aktivitas pelayanan dan beralih fokus pada evakuasi barang. Mesin cuci, lemari es, televisi, hingga perangkat audio yang berat harus segera dipindahkan ke rak yang lebih tinggi atau ke lantai dua bangunan.
"Kalau sudah mendung gelap, perasaan sudah was-was. Kami sudah punya SOP sendiri untuk langsung menaikkan barang-barang berharga ke tempat aman sebelum air masuk ke dalam toko," ujar salah seorang karyawan di kawasan tersebut.
Tantangan yang dihadapi bukan hanya soal kelelahan fisik karena memindahkan barang-barang berat, tetapi juga risiko kerusakan produk jika terpapar kelembapan tinggi atau terkena percikan air. Kerugian finansial yang mengintai pemilik toko tentu berdampak langsung pada stabilitas operasional dan kesejahteraan para pekerjanya.
Selain itu, akses jalan yang terputus akibat banjir membuat jumlah pelanggan menurun drastis. Toko seringkali harus tutup lebih awal, yang berarti target penjualan sulit tercapai. Para karyawan berharap adanya perbaikan drainase yang lebih efektif di kawasan Rawa Buaya agar siklus "angkat barang" ini tidak terus berulang setiap tahunnya.
Ketangguhan para pekerja ini menjadi potret nyata bagaimana masyarakat di wilayah langganan banjir harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan demi mempertahankan roda ekonomi tetap berputar.

