TERKINI Putra Mahkota Terakhir Dinasti Pahlavi Muncul di Tengah Gelombang Demonstrasi Iran
DKYLB Senin (12/01/2026)
Dinasti Pahlavi dan Gelombang Demo di Iran
Gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Iran kembali menguat pada Minggu (11/1/2026).
Ribuan massa dilaporkan turun ke jalan di sejumlah kota besar, termasuk ibu kota Teheran, sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan saat ini.
Selain di Teheran, aksi demonstrasi juga terjadi di beberapa kota lain seperti Mashhad dan Tabriz.
Situasi serupa turut terlihat di Kota Hamedan, di mana para demonstran mengibarkan bendera Iran era Dinasti Pahlavi, rezim monarki yang runtuh pada Revolusi Iran tahun 1979.
Pemerintah Iran menanggapi aksi tersebut dengan tudingan adanya campur tangan asing. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menilai gelombang demonstrasi tersebut ditunggangi oleh Amerika Serikat sebagai upaya melemahkan stabilitas negara.
Di tengah meningkatnya tensi politik, putra mahkota terakhir Dinasti Pahlavi, Reza Pahlavi, turut menyampaikan pernyataan dari pengasingannya di Amerika Serikat.
Ia menyerukan kepada para demonstran untuk tidak hanya menguasai jalanan, tetapi juga bersiap merebut pusat-pusat kota strategis.
Reza Pahlavi juga mengklaim akan segera kembali ke Iran.
Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa momentum untuk kembali ke tanah airnya dinilai semakin dekat seiring dengan meluasnya gerakan perlawanan terhadap pemerintah saat ini.
“Bukan hanya menguasai jalanan.
Tujuan kami adalah bersiap merebut dan menguasai pusat-pusat kota.
Saya akan kembali ke tanah air saya, dan saya percaya waktunya sudah dekat,” ujar Reza Pahlavi.
Hingga kini, situasi di Iran masih terus berkembang dan menjadi sorotan internasional.
Juita Sulastri Sitohang
7024210065

