TERKINI Impor RI Januari-November 2025 Naik 2,03 Persen, Didominasi Kebutuhan Mesin Industri
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan pada kinerja impor Indonesia sepanjang periode Januari hingga November 2025. Berdasarkan data terbaru, nilai impor secara kumulatif tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,03 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi domestik, terutama karena kenaikan tersebut didominasi oleh kelompok barang modal dan bahan baku penolong.
Komoditas utama yang menjadi motor penggerak kenaikan impor ini adalah mesin dan peralatan mekanis (HS 84). Tingginya permintaan pada kategori ini menunjukkan adanya ekspansi atau pemeliharaan kapasitas produksi pada sektor manufaktur di dalam negeri. Selain mesin, beberapa komoditas non-migas lainnya juga turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan angka tersebut.
Pemerintah memandang kenaikan impor barang modal sebagai indikasi bahwa iklim investasi dan produktivitas industri nasional masih terjaga. Meskipun impor naik, pengawasan terhadap neraca perdagangan tetap dilakukan agar tetap memberikan dampak yang sehat bagi stabilitas nilai tukar Rupiah.
Sementara itu, untuk sektor migas, fluktuasi harga komoditas global masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi nilai impor. Namun, secara keseluruhan, dominasi impor barang non-migas tetap menjadi penopang utama tren kenaikan kumulatif di tahun 2025 ini.
Dengan tersisa satu bulan di tahun 2025, pemerintah optimis bahwa tren kebutuhan barang modal akan terus konsisten, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi yang telah dicanangkan untuk tahun mendatang.

