X

TERKINI Mengapa Sesuatu Terlihat Indah? Studi Terbaru Ungkap Kecantikan Adalah Cara Otak Menghemat Energi

11 Januari 2026 22:34 | Oleh Tim DKYLB 01

TORONTO – Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Yikai Tang dan ahli neurosains Dirk Bernhardt-Walther dari Universitas Toronto menemukan fakta unik bahwa apresiasi estetika manusia berkaitan erat dengan efisiensi energi di otak. Dalam laporan yang diterbitkan pada jurnal PNAS Nexus (Desember 2025), terungkap bahwa gambar yang kita anggap "enak dipandang" atau indah sebenarnya adalah gambar yang membutuhkan lebih sedikit daya saraf untuk diproses. Penemuan ini memberikan makna baru pada istilah "indah di mata," yang ternyata berarti "ringan bagi otak".

Sistem visual manusia adalah salah satu konsumen energi terbesar, di mana otak menggunakan 20% energi tubuh dan hampir separuhnya dihabiskan hanya untuk memproses apa yang kita lihat. Dalam eksperimennya, para peneliti menggunakan pemindaian otak fMRI dan model sistem visual komputer untuk mengukur biaya energi saat melihat lebih dari 4.900 gambar. Hasilnya secara konsisten menunjukkan bahwa gambar yang paling disukai oleh ribuan partisipan adalah gambar yang paling sedikit mengonsumsi oksigen dan aktivitas saraf di area visual tingkat tinggi otak.

Para ahli menjelaskan bahwa fenomena ini kemungkinan besar merupakan hasil evolusi sebagai jalan pintas kognitif. Kita cenderung menyukai wajah atau objek yang terlihat "rata-rata" atau simetris karena otak tidak perlu bekerja keras untuk memperbarui model internalnya saat menemui sesuatu yang sudah akrab atau teratur. Sebaliknya, melihat sesuatu yang sangat kacau, sibuk, atau aneh akan terasa melelahkan dan kurang menyenangkan karena sistem visual harus mengeluarkan energi ekstra untuk memahaminya.

Mick Bonner, seorang ahli neurosains dari Universitas Johns Hopkins, mencatat bahwa meskipun temuan ini sangat kuat, masih menjadi pertanyaan besar mengenai sifat spesifik apa yang membuat sebuah gambar menjadi lebih efisien untuk diproses. Namun, Dirk Bernhardt-Walther menambahkan bahwa prinsip penghematan energi ini juga menjelaskan mengapa pengalaman "Aha!" atau momen saat kita berhasil memecahkan teka-teki terasa sangat menyenangkan; hal itu terjadi karena adanya penurunan kebutuhan metabolik yang tiba-tiba saat solusi ditemukan. Aditiya Sastra Wijaya 702421006 sumber:
https://www.sciencenews.org/article/brain-aesthetics-energy-savin

http://medicalxpress.com/news/2025-12-beauty-easy-eyes-brain-power.html



Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh