TERKINI Krisis Ekonomi Mencekam: Gelombang Protes Iran Meluas ke 31 Provinsi, Puluhan Korban Jiwa Berjatuhan
TEHERAN – Sejak akhir Desember 2025 hingga memasuki minggu kedua Januari 2026, Iran diguncang aksi unjuk rasa besar-besaran yang dipicu oleh lonjakan harga pangan hingga 70 persen serta anjloknya nilai mata uang rial sebesar 40 persen. Demonstrasi yang awalnya bermula di kota-kota besar kini dilaporkan telah menyebar ke seluruh 31 provinsi di Iran, menelan sedikitnya 62 korban jiwa—terdiri dari 48 demonstran dan 14 personel keamanan—serta menyebabkan penangkapan massal terhadap lebih dari 2.200 orang.
Aksi protes ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa di 17 universitas, buruh, hingga para pedagang di Grand Bazaar Teheran yang melakukan mogok dagang selama hampir dua pekan. Krisis ini diperparah oleh kondisi ekonomi yang sulit akibat sanksi internasional, kekeringan berkepanjangan, serta buruknya pengelolaan sumber daya yang membuat masyarakat jatuh ke jurang kemiskinan. Meskipun pemerintah sempat menutup sekolah dan universitas dengan alasan penghematan energi, warga memandangnya sebagai upaya untuk meredam massa.
Di lapangan, situasi dilaporkan sangat genting dengan adanya bentrokan fisik di berbagai wilayah seperti Azna, di mana markas polisi diserang oleh massa. Sebagai respons, aparat keamanan mengerahkan kekuatan penuh dan memberlakukan pemadaman internet nasional selama lebih dari 36 jam untuk membatasi koordinasi antar-demonstran serta menghambat arus informasi ke luar negeri. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh para pengunjuk rasa sebagai "pembuat onar" yang digerakkan oleh pihak asing, sementara Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras akan tindakan balasan jika penindasan terus berlanjut.
Hingga saat ini, ketegangan di Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Tokoh oposisi dan beberapa ulama setempat mendesak pemerintah untuk mendengarkan suara rakyat yang kelaparan daripada menggunakan kekerasan. Di tingkat internasional, Uni Eropa dan organisasi hak asasi manusia terus mendesak agar otoritas Iran menahan diri dan menyelesaikan konflik melalui dialog terbuka guna menghindari stabilitas kawasan yang semakin memburuk. Aditiya Sastra Wijaya 7024210006 sumber
https://www.metrotvnews.com/read/bmRCY3JZ-gelombang-protes-iran-meluas-dan-tewaskan-20-orang-uni-eropa-bereaksi
https://news.detik.com/bbc-world/d-8300831/iran-diguncang-demo-besar-besaran-apa-yang-sebenarnya-terjadi
https://aceh.tribunnews.com/video/1006431/video-iran-chaos-nasional-31-provinsi-dikuasai-aksi-massa-internet-dibungkam
https://english.news.cn/asiapacific/20260110/d1aaa04d0c8441a2a953ee3aa64630e6/c.html

