X

TERKINI Pemadaman Listrik Tak Hentikan Aksi Protes Warga Teheran, Dunia Internasional Soroti Perlawanan Simbolik Rakyat Iran

11 Januari 2026 20:35 | Oleh Tim DKYLB 01

Jakarta, Aksi protes yang berlangsung di Teheran, ibu kota Iran, kembali menarik perhatian dunia internasional. Informasi mengenai peristiwa tersebut diketahui melalui sebuah unggahan di platform media sosial X yang diunggah oleh akun @BarronTNews_. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan bahwa pemerintah Iran diduga mencoba menghentikan aksi demonstrasi warga dengan memadamkan aliran listrik di sejumlah wilayah.


Dilansir dari akun X tersebut, dalam unggahan berbahasa Inggris tertulis, “WOW. The Iranian regime tried to shut down the protests in Tehran by cutting the electricity.” Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berarti, “Wow. Rezim Iran mencoba menghentikan aksi protes di Teheran dengan memutus aliran listrik.”


Namun, upaya tersebut dinilai tidak berhasil membubarkan massa aksi. Dalam unggahan lanjutan, akun tersebut menuliskan, “So the people did something even more powerful.” Kalimat tersebut berarti, “Maka rakyat melakukan sesuatu yang jauh lebih kuat.” Aksi yang dimaksud adalah tindakan spontan para demonstran yang menyalakan lampu senter dari ponsel mereka.


Unggahan tersebut kemudian melanjutkan, “They turned on their phone flashlights and lit up the streets so the entire world could see how many of them there really are.” Artinya, “Mereka menyalakan lampu senter ponsel dan menerangi jalanan sehingga seluruh dunia dapat melihat berapa banyak jumlah mereka sebenarnya.” Cahaya dari ribuan ponsel itu disebut menerangi jalanan Teheran dan menjadi simbol kuat dari solidaritas serta keberanian rakyat.


Aksi menyalakan lampu ponsel ini dinilai sebagai bentuk perlawanan damai yang sarat makna. Meskipun fasilitas dasar seperti listrik dibatasi, para demonstran tetap menemukan cara untuk menyuarakan aspirasi mereka. Unggahan tersebut juga menyampaikan pesan moral yang kuat, yakni “You can kill the power. You can’t kill the will of the people,” yang berarti “Kalian bisa mematikan listrik, tetapi tidak bisa mematikan kehendak rakyat.”


Lebih lanjut, unggahan itu menegaskan bahwa tindakan represif merupakan kesalahan yang kerap dilakukan oleh rezim otoriter. Disebutkan pula bahwa setiap rezim yang menindas rakyatnya akan menghadapi perlawanan serupa dan pada akhirnya berujung pada hasil yang sama.


Peristiwa ini menuai berbagai reaksi dari warganet internasional. Banyak yang memberikan dukungan moral kepada warga Iran serta memuji keberanian mereka dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Aksi tersebut juga kembali memunculkan sorotan dunia terhadap isu kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia di Iran.


Isu aksi protes di Iran saat ini juga tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan masuk dalam jajaran topik berita yang sedang trending. Berdasarkan pantauan di platform X, topik berjudul “Iran Protests Enter Second Week Amid Blackouts and Crackdowns” ramai dibicarakan oleh warganet. 




Hal ini menunjukkan bahwa demonstrasi di Iran telah memasuki pekan kedua dan diwarnai dengan pemadaman listrik serta tindakan pengetatan keamanan oleh aparat pemerintah.


Putri Rachmawati 


Sumber gambar: BBC

Sumber: Media XVideo pemadaman listrik Iran