X

TERKINI Kenapa Generasi Muda Sekarang Sangat Rindu Tahun 2016? Pelarian dari Tekanan Hidup dan Dunia Digital yang Melelahkan

11 Januari 2026 18:25 | Oleh Tim DKYLB 01

Saat ini, media sosial seperti TikTok sedang diramaikan oleh tren anak muda (Generasi Z) yang sangat merindukan suasana tahun 2016. Tagar #2016 bahkan sudah ditonton lebih dari 300 juta kali. Para ahli menyebut fenomena ini bukan sekadar ikut-ikutan tren baju atau musik lama, melainkan cara alami tubuh untuk melindungi mental dari rasa stres akibat dunia saat ini yang terasa semakin berat, mulai dari susahnya cari kerja hingga kecanduan internet yang berlebihan.

Bagi anak muda yang sekarang berusia 13 sampai 28 tahun, tahun 2016 dianggap sebagai musim panas terakhir yang indah. Di masa itu, internet dirasa lebih jujur dan tidak terlalu dibuat-buat. Orang-orang mengunggah foto hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk membangun pencitraan atau menjadi selebgram sukses.

Heather Hayes, seorang pengajar komunikasi, menjelaskan bahwa anak muda zaman sekarang merasa masa depan mereka suram karena harga kebutuhan pokok yang mahal dan biaya hidup yang tidak masuk akal. Itulah sebabnya mereka ingin kembali ke masa saat kekhawatiran terbesar mereka hanyalah bermain game atau pulang sebelum jam malam.

Keinginan untuk "pulang" ke tahun 2016 juga dipicu oleh kelelahan menghadapi teknologi masa kini seperti kecerdasan buatan (AI). Muncul istilah baru bernama "Psikosis ChatGPT," yaitu gangguan mental yang terjadi ketika seseorang terlalu sering mengobrol dengan robot AI hingga kesulitan membedakan kenyataan dengan khayalan. Banyak orang yang merasa kesepian akhirnya mencari teman ngobrol lewat AI karena biaya terapi psikolog yang mahal, padahal hal ini bisa memperburuk kesehatan mental jika tidak hati-hati.

Pada akhirnya, rasa rindu pada tahun 2016 ini menjadi cermin bahwa dunia kita sekarang sedang tidak baik-baik saja. Kerinduan anak muda pada masa lalu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang hilang di masa kini, yaitu rasa tulus dan tenang saat berkomunikasi tanpa perlu merasa harus selalu tampil sempurna. Ketika masa depan terasa menakutkan, melihat ke belakang menjadi satu-satunya cara untuk merasa aman. Fenomena ini mengingatkan kita semua bahwa secanggih apa pun teknologi yang kita punya, keinginan manusia yang paling dasar adalah merasa nyata, dihargai, dan memiliki ketenangan hidup di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat.


Aditiya Sastra Wijaya 7024210006

sumber

https://www.ypulse.com/newsfeed/2025/08/28/gen-z-is-getting-nostalgic-for-2016/

https://vextmagazine.com/gen-z-2016

https://ibcomagazine.com/2026/why-2026-is-the-new-2016/

https://mashable.com/article/2016-the-last-good-year-genz-nostalgia





Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh