X

TERKINI kronologi tumbler hilang di kereta

16 Desember 2025 01:00 | Oleh Tim DKYLB 01

PENUMPANG KAI Commuter Line, Anita Dewi, mengeluhkan tumbler-nya berlogo Kopi Tuku menghilang dari tas cooler bag melalui media sosial Threads @anitadewI pada enam hari lalu. Dalam utasnya, dia berkata, tumbler tersebut hilang pada hari Senin sebelumnya saat pulang kerja naik kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Rangkas Bitung sekitar pukul 19.00 WIB.

“Aku turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40. Setelah turun aku baru tersadar cooler bag-ku tetinggal di bagasi commuter line,” kata Anita dalam utas tersebut pada Sabtu, 22 November 2025. Saat ini utas tersebut tidak lagi bisa diakses.

Dalam penjelasannya, wadah air minum berwarna biru tersebut memang tertinggal karena di dalam cooler bag yang lupa dibawa. Cooler bag tersebut berada di gerbong wanita dan petugas keamanan melaporkan kejadian kehilangan tersebut, lalu meminta nomor Anita yang dapat dihubungi.

Sebelum cooler bag ditemukan, Anita sempat bernegosiasi dengan pihak KAI untuk minta diantar kembali ke Stasiun Rawa Buntu, namun permintaan itu tidak bisa dipenuhi. Kemudian cooler bag beserta isi detail lengkap ditemukan dan dipotret oleh seorang petugas dan diberitahukan kepada Anita.

“Bapak security di Stasiun Rawa Buntu menjelaskan bahwa saya bisa ambil di Stasiun Rangkas Bitung,” ucapnya.

Keesokan harinya, setelah pulang kerja juga, Anita mendapati tumbler Tuku-nya tidak ditemukan di dalam cooler bag. Dia mengatakan petugas keamanan di sana tidak mengetahui di mana wadah air minum tersebut, karena tidak sempat mengecek ulang saat serah terima dari petugas pengawal kereta api (Walka).

“Aku dan suami pun mengecek ke ruangan Walka tetapi tetap tidak ada,” tuturnya.

Dalam unggahan lain, disebutkan bahwa seorang petugas Walka yang menemukan barang tertinggal. Kemudian barang tertinggal itu diserahkan kepada petugas passenger services atas nama Argi.

Setelah utas Anita viral, Argi Budiansyah membalas dengan menyertakan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan Anita. Argi menerangkan kronologi pada saat penemuan dan menyatakan tidak mengecek ulang isi cooler bag yang dimaksud.

Argi lantas mendapat teguran karena dinilai bertanggung jawab atas tumbler yang hilang itu. Keesokan harinya, Argi mengirim pesan lagi ke Anita dan menyampaikan telah diberhentikan dari KAI, dia juga bersumpah tidak mengambil tumbler yang dimaksud. Saat itu, iia pun mempertanyakan, mengapa inisiatifnya untuk mengganti tumbler Tuku seharga Rp 310 ribu masih kurang, meskipun bukan pelakunya.

Menanggapi viralnya kasus kehilangan tumbler tersebut, PT KAI Commuter menegaskan tidak pernah memecat petugas stasiun bernama Argi. Perusahaan menyatakan masih melakukan investigasi internal untuk memastikan kronologi kejadian.

“KAI Commuter tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu yang beredar. Kami memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang mengacu pada regulasi ketenagakerjaan,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, melalui keterangan tertulis, Kamis, 27 November 2025.

Menurut Karina, KAI Commuter bersama mitra penyedia tenaga kerja masih mengevaluasi situasi yang terjadi untuk melihat alur penanganan barang hilang secara lebih jelas. Evaluasi ini, kata dia, diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami terus meningkatkan tata kelola layanan. Namun perlu diingat bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam Commuter Line merupakan tanggung jawab pengguna,” katanya.

Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin pun ikut memastikan Argi tidak dipecat dari pekerjaannya. Dia tetap memberi semangat kepada pegawainya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Argi tetap sebagai karyawan KAI Commuter sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik buat pelanggan,” katanya dalam Instagram @bobby.rasyidin pada Jumat, 28 November 2025.

Pada hari yang sama, Anita bersama suaminya—Alvin, membuat video permintaan maaf melalui akun Threads @anitadewI. Mereka juga meminta maaf kepada Argi atas kegaduhan dalam utas awal sampai viral.

Anita mengakui kejadian ini sebagai pembelajaran agar lebih berhati-hati. “Kami sangat sadar cara kami menyekapi kejadian ini sangat tidak bijak sehingga melukai banyak perasaan orang-orang di luar sana,” ucap Anita dalam unggahan videonya.

Jakarta: Istilah 'Anita tumbler' mendadak trending di mesin pencarian Google. Kata kunci ini masuk daftar pencarian terbanyak pada Kamis, 27 November 2025. 

Garis besar kasus yang menjadi sorotan warganet Indonesia ini yaitu seorang wanita bernama Anita Dewi yang 'curhat' di media sosial Threads lantaran kehilangan tumbler Tuku di kereta commuter line. Ia menuding petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencuri tumblernya.

Curhatan ini rupanya mendapat respons masif dari warganet. Bagaimana cerita lengkapnya?

Kasus ini berawal dari utas milik akun Threads @anitadewl yang menceritakan pengalamannya kehilangan barang jenis tumbler di commuter line relasi Stasiun Tanah Abang - Stasiun Rangkas Bitung. Utas yang belakangan diketahui diunggah perempuan bernama Anita Dewi tersebut menyinggung petugas KAI.

"Tumbler tuku-ku gone atas ketidaktanggung jawab petugas PT KAI @commuterline," tulis akun @anitadwdl.

Anita turut menyertai penjelasan bahwa dirinya lupa meninggalkan cooler bag di bagasi kereta. Anita menceritakan bahwa ia naik KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung pada Senin, 24 November 2025 malam. Ia baru menyadari cooler bag tertinggal setelah turun di Stasiun Rawa Buntu. 

Singkatnya, setelah mengajukan pengaduan kehilangan, tas Anita ditemukan dan diamankan di Stasiun Rangkas Bitung. Anita mengambil tas itu bersama sang suami pada Selasa, 25 November 2025. Namun, ketika tas dibuka, tumbler bermerek Kopi Tuku sudah tidak ada.

"Shock berat pas dibuka kok ada yang hilang! TUMBLER TUKUKU TIDAK ADA!" tulis @anitadewl.

Tak terima dan minta diusut tuntas

Anita meminta penjelasan dari petugas bernama Argi, yang saat itu berjaga. Anita dan suaminya menuntut PT KAI mengecek CCTV demi mengungkap siapa yang mengambil tumbler miliknya.

Argi menghubungi Anita dan suaminya lewat WhatsApp. Ia menjelaskan jika untuk membuka CCTV harus melalui berbagai prosedur, termasuk laporan ke kepolisian. Argi menawarkan jalan tengah untuk mengganti saja tumbler Anita yang hilang.

Namun, Anita dan suaminya tetap ingin masalah ini diusut hingga tuntas dan ada bentuk pertanggungjawaban dari PT KAI. Sebab, ia menganggap barang yang tertinggal telah berkurang isinya.

Petugas KAI nyaris kehilangan pekerjaan

Tak menemui jalan tengah, Argi kemudian menulis pesan bahwa ia kemungkinan akan diberhentikan oleh PT KAI karena tidak melakukan pekerjaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Argi mengakui ketika menerima barang tertinggal seharusnya dicek terlebih dahulu isinya. Argi tidak melakukan pengecekan karena kala itu suasana stasiun sedang ramai.

"Sekarang pekerjaan saya sekarang diujung tanduk (diberhentikan)," tulis Argi di tangkapan layar pesan WhatsApp yang disebarkan akun Threads @argi_bdsyh. Akun ini juga mengirim foto pesanan tumbler untuk mengganti milik Anita yang hilang.

Kisah viral kehilangan tumbler hingga nyaris kehilangan pekerjaan ini menuai respons beragam warganet. Ada yang membela Anita, namun banyak juga yang membela Argi.

KAI memastikan Argi tak dipecat 

VP Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter Karina Amanda menegaskan tidak memecat Argi. Karina menjelaskan bahwa KAI Commuter masih melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan mitra pengelola petugas frontliner.

Karina juga mengingatkan bahwa barang pribadi yang tertinggal di commuter line tetap menjadi tanggung jawab pengguna.

"Kami perlu melakukan penelusuran lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya. KAI Commuter sendiri tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar, karena memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan," ujar Karina melalui keterangan resmi.


(Juqni Isnain Nuridin)

Sumber:

Tempo.co

metrotvnews.com


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh