X

TERKINI Inflasi Indonesia Januari 2025 Tercatat 0,76 Persen (Januari-Februari 2025)

11 November 2025 00:30 | Oleh Tim DKYLB 01

TEMPO.COJakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi secara tahunan pada Januari 2025 merupakan yang paling rendah dalam 25 tahun terakhir. BPS mencatat inflasi tahunan pada Januari kemarin sebesar 0,76 persen, atau terendah sejak tahun 2000.

Pelaksana tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta pada Senin, 3 Februari 2025

"Inflasi tahunan year on year pada Januari 2025 ini adalah terendah sejak Januari tahun 2000," kata Amalia.

Pada Januari 2000, inflasi yang tercatat adalah sebesar 0,28 persen secara tahunan. Saat itu, Indonesia sedang mengalami periode penurunan harga-harga komoditas setelah lonjakan saat krisis ekonomi 1998.

Sementara itu, pada Januari 2025, BPS mencatat terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 105,99. Angka tersebut naik sebesar 0,76 persen dari Januari 2024 yaitu sebesar 105,19 poin.

BPS menyampaikan inflasi tahunan 0,76 persen pada Januari 2025 terpengaruh oleh beberapa faktor. Di antaranya inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan laju inflasi 3,69 persen dan berandil 1,07 persen terhadap keseluruhan.

Dalam kelompok tersebut, komoditas yang berandil paling besar terhadap inflasi adalah minyak goreng dengan 0,14 persen dan sigaret kretek mesing dengan 0,12 persen. "Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah cabai rawit, kopi bubuk dan beras," ucap Amalia.

Selain itu, BPS menyampaikan komoditas lain yang berandil cukup besar terhadap inflasi tahunan Januari 2025 adalah emas perhiasan dengan 0,36 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah mengalami deflasi terdalam dengan 1,39 persen.

Pada Januari 2025, Indonesia juga mengalami deflasi sebesar 0,76 persen secara bulanan atau month-to-month. Amalia deflasi 0,76 persen dihitung dari penurunan harga pada Januari 2025 dari Desember 2024.

"Terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 105,99 pada Januari 2025," kata Amalia. Amalia berujar deflasi pada Januari 2025 ini merupakan yang pertama kali sejak beberapa bulan terakhir. "Deflasi bulanan pada Januari 2025 ini merupakan deflasi pertama setelah terakhir kali terjadi di September 2024," ucap dia. 

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Januari 2025 mencapai 0,76 persen (year-on-year/yoy).

“Tingkat inflasi tahun ke tahun pada Januari 2025 adalah sebesar 0,76 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,19 pada Januari 2024 menjadi 105,99 pada Januari 2025,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan laju inflasi sebesar 3,69 persen dan memberikan andil sebesar 1,07 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah minyak goreng dengan andil sebesar 0,14 persen serta sigaret keretek mesin dengan andil sebesar 0,12 persen. Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah cabai rawit, kopi bubuk, dan beras. 

Sementara itu, komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,36 persen.

Sejumlah kelompok mengalami deflasi, dengan deflasi terdalam terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, dengan andil deflasi 1,39 persen. Deflasi ini didorong oleh komoditas tarif listrik pada Januari 2025.

Secara komponen, inflasi terjadi pada seluruh komponen kecuali komponen harga diatur pemerintah.

Komponen inti (core inflation) mengalami inflasi tahunan sebesar 2,36 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 1,51 persen. Komponen yang dominan memberikan andil inflasi terhadap di dalam komponen inti adalah emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, dan nasi dengan lauk. 

Komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 3,07 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,51 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah cabai rawit, beras, ikan segar, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Sedangkan komponen harga diatur pemerintah (administered price) mengalami deflasi tahunan sebesar 6,41 persen. Komponen ini memberikan andil deflasi sebesar 1,26 persen, dan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah tarif listrik.

Bila ditinjau berdasarkan sebaran inflasi wilayah, secara tahunan sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 8 lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan, yaitu sebesar 4,55 persen. Deflasi terdalam terjadi di Gorontalo sebesar 1,52 persen.

(Juqni Isnain Nuridin)

Sumber:

tempo.co

antaranews.com


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh