X

TERKINI Tagar #KaburAjaDulu Kembali Viral di X dan TikTok, Media Nilai Sebagai Ekspresi Keresahan Anak Muda

10 Januari 2026 03:16 | Oleh Tim DKYLB 01

Tagar #KaburAjaDulu kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di platform X (Twitter) dan TikTok. Ribuan unggahan dengan tagar tersebut bermunculan dalam beberapa waktu terakhir, berisi curahan hati anak muda yang mengungkapkan keinginan untuk “pergi sementara” dari tekanan hidup yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari beban pekerjaan, tuntutan ekonomi, hingga tekanan sosial, semua dikemas dalam bentuk konten singkat yang mudah dibagikan.

Konten dengan tagar ini tampil dalam berbagai format, mulai dari video pendek bernuansa humor, meme satir, hingga unggahan bernada reflektif dan kritis. Banyak pengguna menggambarkan kelelahan mental akibat rutinitas kerja yang padat, biaya hidup yang terus meningkat, serta ketidakpastian masa depan. Meski disampaikan dengan gaya santai, pesan yang terkandung di dalamnya dinilai cukup serius dan menyentuh pengalaman kolektif generasi muda.

Viralnya tagar #KaburAjaDulu kemudian menarik perhatian media arus utama. Sejumlah media nasional mengulas fenomena ini dengan mewawancarai pakar sosiologi, psikolog, hingga pengamat ketenagakerjaan. Para pakar menilai tren ini sebagai bentuk ekspresi kolektif generasi muda terhadap situasi sosial dan ekonomi yang dinilai semakin menekan. Mereka melihat tagar ini sebagai bahasa simbolik untuk menyuarakan kelelahan, bukan sebagai ajakan literal untuk meninggalkan tanggung jawab atau negara.

Beberapa psikolog yang dikutip media menyebut bahwa tren ini berkaitan erat dengan isu kesehatan mental. Menurut mereka, penggunaan tagar tersebut menjadi sarana katarsis atau pelepasan emosi di ruang digital, terutama bagi anak muda yang merasa sulit menyalurkan keresahan di ruang nyata. Media sosial, dalam hal ini, berfungsi sebagai ruang aman untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan validasi dari sesama pengguna.

Di sisi lain, media juga mencatat bahwa tagar #KaburAjaDulu sering disalahartikan sebagai ajakan untuk “kabur” dari Indonesia atau meninggalkan kewajiban sosial. Padahal, dalam banyak unggahan, makna yang dimaksud lebih kepada keinginan untuk beristirahat sejenak, mencari keseimbangan hidup, atau sekadar mengambil jarak dari tekanan yang dirasakan berlebihan.

Fenomena ini turut memicu diskusi publik yang lebih luas mengenai kondisi generasi muda di Indonesia. Isu seperti ketidakpastian kerja, sulitnya akses hunian layak, hingga tekanan untuk selalu produktif menjadi topik yang kerap muncul dalam percakapan daring maupun pemberitaan media. Beberapa pengamat bahkan menyebut tren ini sebagai “alarm sosial” yang perlu diperhatikan oleh pembuat kebijakan.

Dengan ramainya tagar #KaburAjaDulu, media menilai bahwa fenomena ini bukan sekadar tren sesaat di media sosial, melainkan refleksi kondisi psikologis dan sosial generasi muda saat ini. Tren ini memperlihatkan bahwa di balik konten ringan dan humor, terdapat pesan serius tentang kebutuhan akan ruang hidup yang lebih sehat, seimbang, dan manusiawi.


(Sherika Talenta Bestari)

Diolah dari sumber: Platform X (Twitter) dan TikTok, Kumparan, Wikipedia, Metro TV