TERKINI Curhatan Driver Ojol soal Pendapatan Anjlok Viral di TikTok, Media Soroti Dampak Konsumsi Konten Digital
Sebuah video curhatan pengemudi ojek online (ojol) mendadak viral di media sosial TikTok setelah sang driver secara terbuka menceritakan penurunan pendapatan hariannya. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @ubbuyadi98 dan dengan cepat menyebar luas, ditonton ratusan ribu kali serta dibanjiri komentar warganet.
Dalam video tersebut, pengemudi ojol itu mengaku penghasilannya menurun drastis dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut, sebelumnya mampu meraih pendapatan sekitar Rp300–400 ribu per hari. Namun kini, penghasilannya sering kali tidak mencapai Rp200 ribu. Penurunan ini, menurut pengakuannya sendiri, bukan semata karena faktor sepi penumpang, melainkan akibat kebiasaan pribadi yang sulit dikendalikan.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya kerap menghabiskan waktu luang untuk menonton drama China atau dracin melalui ponsel. Kebiasaan tersebut membuat waktu narik berkurang dan fokus bekerja terganggu. Video itu pun menuai simpati karena disampaikan secara jujur dan tanpa menyalahkan pihak lain.
Unggahan tersebut memancing beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar netizen mengapresiasi kejujuran sang driver yang berani mengakui kesalahan diri sendiri di tengah tekanan ekonomi. Banyak komentar yang menyebut video tersebut sebagai cerminan nyata tantangan pekerja di era digital, di mana akses hiburan begitu mudah dan sulit dibatasi.
Namun, tak sedikit pula warganet yang memberikan kritik dan saran. Beberapa mengingatkan pentingnya disiplin waktu dan manajemen diri, khususnya bagi pekerja sektor informal yang penghasilannya bergantung pada jam kerja harian. Ada pula yang menilai fenomena ini sebagai dampak dari kecanduan konten digital yang kini dialami banyak orang, tidak hanya driver ojol.
Viralnya video ini kemudian menarik perhatian media online. Sejumlah portal berita mengangkat curhatan tersebut sebagai fenomena sosial yang lebih luas, bukan sekadar kisah personal. Media menyoroti bagaimana konsumsi konten hiburan digital, seperti serial drama dan video pendek, dapat berdampak langsung pada produktivitas kerja, terutama di kalangan pekerja ekonomi digital dan sektor gig.
Pengamat sosial menilai kasus ini menunjukkan sisi lain dari transformasi digital. Di satu sisi, teknologi membuka peluang kerja baru seperti ojek online, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa distraksi berlebihan. Jika tidak diimbangi dengan pengelolaan waktu yang baik, konsumsi hiburan digital justru dapat menurunkan kinerja dan pendapatan.
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi digital tidak selalu berkaitan dengan sistem atau perusahaan aplikasi semata, tetapi juga berkaitan dengan perilaku pengguna dan pekerjanya. Diskusi yang muncul di media sosial dan media massa menunjukkan meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya literasi digital, termasuk kemampuan mengatur waktu dan mengendalikan kebiasaan konsumsi konten.
Dengan viralnya curhatan tersebut, banyak pihak berharap kisah ini dapat menjadi refleksi bersama, terutama bagi pekerja sektor informal, untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi agar tetap produktif di tengah derasnya arus hiburan digital.
(Sherika Talenta Bestari)
Diolah dari sumber: Akun TikTok @ubbuyadi98, DetikInet, InfoNasional

