X

TERKINI Program Makan Bergizi Gratis Resmi Diluncurkan di 26 Provinsi Indonesia (Januari 2025)

28 Oktober 2025 23:16 | Oleh Tim DKYLB 01

Jakarta, InfoPublik – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron, memberikan apresiasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada 6 Januari 2025. Khaeron menilai bahwa program itu tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi pembangkit ekonomi baru di berbagai daerah.

"Selain memberikan asupan gizi dan nutrisi, program MBG juga menjadi pembangkit ekonomi baru di daerah," kata Herman Khaeron dalam keterangan yang diterima InfoPublik, Senin (14/1/2025).

Khaeron menilai bahwa program MBG yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan dampak besar, baik di bidang kesehatan maupun ekonomi. Dengan memastikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak, terutama di tingkat SD, SMP, dan SMA, ia berharap program ini dapat mencetak generasi muda yang unggul yang siap menghadapi tantangan besar Indonesia Emas 2045.

"Anak-anak atau siswa yang sekarang berada di SD, SMP, dan SMA diharapkan ini akan tercukupi gizi dan nutrisinya, sehingga menciptakan generasi yang unggul ke depan. Generasi emas adalah generasi yang ekonominya maju, adil, sejahtera, dan tentu saja bangsa yang maju," ucap Khaeron.

Dari sisi ekonomi, Khaeron menilai program MBG dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Dengan melibatkan warga lokal serta bahan baku lokal dalam penyediaan makanan bergizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini memberikan peluang bagi ekonomi lokal untuk berkembang.

"Ekonomi daerah akan meningkat karena ada banyak pesanan ataupun kebutuhan akan komoditas-komoditas lokal yang dihasilkan di wilayahnya masing-masing. Ini tentu akan menjadi pembangkit ekonomi baru," tuturnya.

Program MBG sebagai Prioritas Utama Pemerintah

Meskipun Program Makan Bergizi Gratis menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo, Khaeron menegaskan bahwa program ini tidak mengesampingkan prioritas unggulan lainnya, seperti kedaulatan dan kemandirian pangan serta energi. "Kedaulatan dan kemandirian air juga itu tetap dijalankan," tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis telah diterapkan di sekolah-sekolah dan posyandu di 26 provinsi di Indonesia sejak awal tahun 2025. Seiring berjalannya waktu, program ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan dan jumlah penerima manfaat. Saat pertama kali diluncurkan, terdapat sekitar 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan ibu hamil.

Jumlah SPPG ini diproyeksikan akan terus meningkat setiap hari hingga mencapai 937 titik pada akhir Januari 2025, dengan target menjangkau tiga juta penerima manfaat. Pada akhir 2025, program ini diharapkan dapat mencakup hingga 15 juta penerima manfaat, dan pada 2029, ditargetkan untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat.

Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat, serta menjadi salah satu upaya strategis untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Pemerintah resmi memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 26 provinsi di Indonesia. Pada tahap awal ini, ada 190 dapur yang beroperasi dengan sasaran 3.000 porsi makan per harinya.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyampaikan, kapasitas produksi dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan ditingkatkan secara bertahap. Mulanya, diproduksi 1.500 porsi MBG setiap hari, kedepannya bisa mencapai 3.000 porsi per hari.

Dengan begitu, secara sederhana, produksi Dapur MBG bisa menyasar setidaknya 570.000 orang yang mayoritas merupakan anak sekolah.

"Nah, saat ini tuh, hari ini tuh ada 190 SPPG di 26 provinsi. Kalau rata-rata 190 (menyediakan) 3.000-an (porsi), sekitar hampir 500.000an, 600.000an, (pada tahap) awal ya," kata Budi Arie di SD Angkasa 05, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 6 Januari 2025.

Budi menegaskan, bahwa jumlah tersebut nantinya akan terus ditingkatkan kedepannya. Mengingat, program andalan Presiden Prabowo Subianto ini jadi hal strategis yang memerlukan kerja sama dari banyak pihak.

"Karena targetnya dieskalasi nanti, karena kan harus ada langkah awal. Karena terus terang ini program yang sangat strategis, menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.

"Karena tadi sudah saya sampaikan bahwa MBG ini harus memunculkan kegotongroyongan, kesetiakawanan, tolong-menolong bahu membahu di seluruh komponen anak bangsa. Karena ini kan nggak bisa dikerjain sendiri, petani juga nggak bisa mengerjakan sendiri," sambung dia.

Sebagaimana diketahui, bahwa program andalan Presiden Prabowo Subianto ini resmi dimulai 6 Januari 2025, hari ini. Di 190 titik, 26 provinsi di Indonesia mulai menjalankan program ini secara serentak.


(Juqni Isnain Nuridin)

Sumber:

TVRINews

menpan.go.id


Fadli Zon minta Ahmad Dhani Stem Piano Memeriahkan Hari Musik

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari musik tradisional hingga musik kontemporer yang terus berkembang seiring dengan penguatan ekosistem industri musik nasional, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah.

10 Maret 2026 15:59 | tokoh